Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

SMK Negeri 6 Surabaya Ikuti Sertifikasi Profesi

12 November 2018, 12: 33: 24 WIB | editor : Wijayanto

1.	SIAP BERSAING: Kepala SMK Negeri 6 Surabaya Dra. Siti Rochanah, MM didampingi dewan guru beserta tim penilai berfoto bersama siswa usai praktek uji kompetensi.

1. SIAP BERSAING: Kepala SMK Negeri 6 Surabaya Dra. Siti Rochanah, MM didampingi dewan guru beserta tim penilai berfoto bersama siswa usai praktek uji kompetensi. (SANUSI/RADAR SIDOARJO)

Share this      

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 6 Surabaya yang beralamat di Jalan Margorejo Indah, Kecamatan Wonocolo, Kota Surabaya, menggelar sertifikasi uji kompetensi siswa dari Kementrian Pariwisata Republik Indonesia, Kamis (8/11).

Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) SMKN 6 Surabaya terlisensi tanggal 17 November 2015. Terdiri 11 skema sertifikasi, meliputi kuliner (1, 2, 3), patiseri (1, 2, 3), perawatan kecantikan, penataan rambut, operator junior custom made (busana), perhotelan (house keeping dan front office).

Setelah masuk era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), sumber daya manusianya dituntut memiliki sertifikat berstandar nasional (BNSP). Manfaat sertifikat BNSP selain sebagai salah satu syarat mutlak melamar pekerjaan, juga dipakai melanjutkan di perguruan tinggi.

Ini semua berkat bantuan dari Kementrian Pariwisata sehingga siswa sangat beruntung bisa melaksanakan uji sertifikasi secara gratis. Kemudian bantuan dari BNSP yang dinamakan Pelaksanaan Sertifikasi Sektor (PSS), serta  bantuan dari pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Ketua LSP SMKN 6 Surabaya, Penny Warih Wijayati, M. Pd menjelaskan, selama tiga tahun ini, LSP sudah berulang kali melaksanakan kegiatan sertifikasi dan berhasil mencetak sertifikat dari BNSP, baik yang berlambang garuda atau cluster sebanyak 1.683 siswa.

Dalam pelaksanaan uji sertifikasi, memakai asesor dari sekolah lain, agar benar-benar valid untuk memastikan siswa lebih baik.

Terpisah, Kepala SMKN 6 Surabaya Dra. Siti Rochanah, MM berharap, siswa dapat memanfaatkan uji berkompetensi dengan sungguh-sungguh. Agar sertifikat BNSP yang diperoleh menjadi tolok ukur kompetensi  dimilikinya bukan sekadar tertulis, akan tetapi mampu bersaing dan terjun langsung di dunia bursa kerja yang semakin ketat. (san/nur)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia