Minggu, 18 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Pakde Karwo Ajak Pers Bersinergi dengan UMKM

Jumat, 09 Nov 2018 08:17 | editor : Wijayanto

TALKSHOW: Para pembicara dari kiri; Suko Widodo (Unair), Soekarwo (gubernur Jatim), Margiono (ketua HPN 2019) dan Lutfil Hakim (PWI Jatim).

TALKSHOW: Para pembicara dari kiri; Suko Widodo (Unair), Soekarwo (gubernur Jatim), Margiono (ketua HPN 2019) dan Lutfil Hakim (PWI Jatim). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengajak kepada seluruh insan pers di Jawa Timur untuk senantiasa bersinergi dengan pelaku usaha di sektor usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM) serta industri kecil menengah (IKM).

Hal ini dilakukan dalam upaya promosi dan pemasaran. Sinergitas tersebut diharapkan bisa dikembangkan melalui kemajuan teknologi digital yang saat ini perkembangannya sangat luar biasa.

Pria yang akrab disapa Pakde Karwo ini mengatakan bahwa peran pers sangat menentukan sinergitas tersebut. Menurutnya pers sebagai media penyebar informasi bisa berperan dalam memasarkan produk yang dihasilkan oleh UMKM.

"Pers mempunyai peran penting dalam usaha memberdayakan ekonomi kerakyatan," ujarnya saat talkshow Launching Hari Pers Nasional (HPN) 2019 di salah satu hotel di Surabaya.

Pakde Karwo sangat mengapresiasi tema HPN 2019 yakni Pers Menguatkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital. Menurutnya, tema tersebut sangat bermakna dalam memberdayakan ekonomi kerakyatan, khususnya di sektor UMKM dan IKM.

"Untuk itu saya berharap, dengan sinergitas tersebut terjadi sebuah perubahan. Tidak hanya dalam hal pemasaran, tetapi juga perubahan dalam permasalahan pendampingan," jelasnya.

Pakde Karwo mencontohkan Pemprov Jatim telah melakukan kerja sama dengan aplikasi Bukalapak untuk memasarkan  produk-produk UMKM dan IKM yang ada di Jatim melalui E-Commerce.

“Kita menggandeng Bukalapak. Ini merupakan sebuah impian untuk memenangkan pertarungan dalam perdagangan agar menjadi lebih efektif dan efisien, sehingga mampu menjadi pemenang dalam pertarungan pasar global,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa pers di Indonesia seperti aliran air jernih yang membersihkan kotoran. Artinya, pers yang sehat harus mampu menangkal informasi yang tidak benar alias hoax. “Peran pers sangat luar biasa, karena sebagai pilar keempat dalam demokrasi, tapi juga mampu membuat data dan analisa menjadi informasi sebagai sumber pendidikan,” jelasnya.

Apalagi, peran pers di Jatim memiliki sejarah yang sangat kuat dan positif. Pers dinilai mampu mengolah data menjadi informasi dan bukan sebuah isu yang diolah menjadi berita. “Kalau isu diolah menjadi berita, maka akan cenderung kecil dan dikoreksi temannya sendiri,” tuturnya.

Pakar komunikasi politik Universitas Airlangga Surabaya, Suko Widodo menekankan akan kualitas berita yang dihasilkan para insan pers di era digital. Dirinya juga mengapresiasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dalam mendorong anggotanya untuk meningkatkan jenjang pendidikan sampai S2 dan S3. Upaya tersebut sebagai salah satu bentuk membangun sumber daya manusia pers yang berkualitas. (mus/rtn)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia