Minggu, 18 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Ayah Aniaya Anak Tiri Hingga Tewas, Istri Nyatakan Masih Cinta

Kamis, 08 Nov 2018 22:44 | editor : Abdul Rozack

MASIH CINTA: Nining saat menuju kursi pesakitan dan sementara terdakwa Wisno Cokro Buono (dua dari kanan) membuang pandangannya.

MASIH CINTA: Nining saat menuju kursi pesakitan dan sementara terdakwa Wisno Cokro Buono (dua dari kanan) membuang pandangannya. (YUAN ABADI / RADAR SURABAYA)

SURABAYA –  Sidang perdana perkara penganiyaan seorang ayah terhadap anak tiri yang berujung kematian diwarnai tangis, Kamis (8/11). Dua saksi yang dihadirkan Nining Listiani dan Muriadi yang tak lain adalah istri dan mertua terdakwa, menangis teringat peristiwa menyedihkan itu. Sementara terdakwa Wisno Cokro Buono,35, warga Jalan Sidotopo Wetan Mulyo Nomor 41, atau Jalan Kedung Mangu Timur nomor 130, Surabaya hanya terdiam.

Nining baru mengetahui  anaknya dianiaya, setelah orang tuanya yakni saksi Muriadi melaporkan kasus ini ke polisi. Setelah makam korban dibongkar dan diotopsi ditemukan luka lebam dan perut dan bawah telinganya. "Saat itu saya baru tahu jika pelakunya suami saya. Sebab saat korban tewas luka tersebut tak saya temui," terangnya.

Namun saat ditanya bagaimana perasaannya setelah pelaku penganiyaan tersebut adalah terdakwa, Nining tak bisa berkata-kata. Dia mengaku bingung. Dilain sisi, dia masih cinta dengan terdakwa namun dia juga menyesalkan anaknya sudah tiada.

Tak hanya Nining yang berlinang air mata, saksi Muriadi juga mengalami hal yang sama saat diminta kelanjutan nasib terdakwa selanjutnya. Meski sudah memaafkan terdakwa namun ia ingin terdakwa menerima hukuman seadil-adilnya.

"Saya bingung majelis, saya sangat sayang dengan cucu saya. Makanya ketika ia meninggal secara tiba-tiba saya langsung emosi dan melaporkan terdakwa," terangnya.

Untuk diketahui, terdakwa menganiaya korban lantaran jengkel. Sebab korban terus menangis. Selain dipukul menggunakan tangan kosong, terdakwa juga menengelamkan kepala korban di bak kamar mandi saat terdakwa memandikan korban. (yua/rtn)

(sb/yua/jek/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia