Minggu, 18 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Kabur saat Digerebek, Spesialis Jambret HP Didor Kakinya

Kamis, 08 Nov 2018 16:14 | editor : Wijayanto

DITEMBAK: Andika, pelaku penjambretan dengan kaki tertembak didampingi Kasatreskrim AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo dan anggotanya.

DITEMBAK: Andika, pelaku penjambretan dengan kaki tertembak didampingi Kasatreskrim AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo dan anggotanya. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

GRESIK - Unit Pidum Satreskrim Polres Gresik berhasil menangkap pelaku penjambretan di Jalan Raya Bungah, kemarin. Andika Dwi Putra, 19, jambret asal Jalan Bulak Kali Tinjang Baru I/54 Kelurahan Bulak, Kecamatan Kenjeran, Surabaya terpaksa ditembak kakinya karena berusaha kabur.

Sebelum ditangkap, pelaku baru saja menjambret handphone milik Ianatus Shofiyah, 17, warga Desa Serah, Kecamatan Panceng. Aksi penjambretan tersebut terjadi pada Selasa (6/11) siang sekitar pukul 11.00.

Menurut AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo, Kasatreskrim Polres Gresik, siang itu korban mengendarai sepeda motor Honda Vario nopol W 3606 MT. Korban berangkat dari rumahnya melintas di Jalan Raya Bungah. Sesampai di Jalan Desa Meliring, motor korban dibuntuti oleh dua orang tak dikenal.

Kemudian, dua orang tersebut mendekati korban dan merampas dompet korban yang diletakkan di dashboard motor sebelah kiri. Di dalam dompet terdapat uang tunai sebesar Rp 500 ribu, HP dan ATM serta STNK.

Begitu dompet dirampas, korban terkejut dan berteriak meminta tolong kepada warga sekitar. Korban juga ikut mengejar tetapi kehilangan jejak. Namun sayang pelaku berhasil kabur dengan masuk ke kampung di sekitar Desa Sidomukti, Kecamatan Bungah.

Kejadian ini dilaporkan ke Polsek Bungah dan polisi melakukan penyelidikan. Dalam penyelidikan, polisi mendapat informasi jika pelaku kos di rumah warga di Desa Sidomukti. Wilayah itu merupakan lokasi yang sama saat pelaku kabur dari kejaran massa.

"Memang benar, selama ini pelaku kerap lolos karea ngekos di sekitar lokasi kejadian," terang AKP Andaru.

Setelah mendapat lokasi kos pelaku, polisi menggerebek rumah kostersebut. Saat polisi hendak menangkap, ternyata pelaku berusaha kabur. Tidak ingin buruannya lepas, polisi menembak kaki kiri pelaku hingga tersungkur ke tanah.

Pelaku, kata kasatreskrim, digiring ke Mapolres Gresik usai menjalani perawatan medis. Dalam pemeriksaan, pelaku mengaku sudah empat kali beraksi di lokasi yang sama. Di antaranya, di Desa Sidomukti, pelaku merampas 1 HP. Kemudian dua aksi jambret di jembatan Pasar Dukun,

berhasil mendapatkan 2 HP. Serta di Lamongan mendapat 1 HP. "Pelaku akan kami jerat dengan pasal 363 KUHP. Ancaman diatas lima tahun penjara," imbuh Kanit Pidana  mum  (Pidum) Iptu Igo Akbar. (yud/ris)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia