Kamis, 23 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Sidak Proyek Alun-Alun, Bupati Tegur Kontraktor

08 November 2018, 15: 53: 04 WIB | editor : Wijayanto

KECEWA: Bupati Sambari Halim Radianto menemukan kesalahan penempatan keramik di area proyek revitalisasi Alun-Alun dan meminta kontraktor untuk melakukan perbaikan.

KECEWA: Bupati Sambari Halim Radianto menemukan kesalahan penempatan keramik di area proyek revitalisasi Alun-Alun dan meminta kontraktor untuk melakukan perbaikan. (FAHTIA AINUR ROFQ/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Bupati Gresik Sambari Halim Radianto melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke proyek pembangunan Alun-Alun Kabupaten Gresik. Hal ini membuat terkejut sejumlah pihak. Sebab temuan beberapa pekerjaan yang tidak sesuai spek membuat orang nomor satu di Pemkab Gresik ini berang.

Sejumlah pihak seperti kepala Dinas PU, pengawas proyek serta kontraktor pelaksana ditegur keras oleh Bupati Sambari. Itu terjadi karena temuan pekerjaan bermasalah pernah diketahui pada sidak sebelumnya, namun pada sidak kedua ini tidak kunjung diperbaiki dan diselesaikan.

Sehingga, bupati meminta agar kontraktor melakukan perbaikan supaya pembangunan sesuai dengan spesifikasi perencanaan dan gambar yang telah ditetapkan. “Saya tidak mau tahu, yang jelas kontraktor harus memperbaikinya agar sesuai dengan gambar dan perencanaan,” kata Sambari.

Kedatangan bupati didampingi sejumlah pejabat terkait. Yakni, Kepala Dinas PU Gunawan Setiaji, Kepala Bidang Cipta Karya Tri Handayani, Kepala Bidang Bina Marga Dianita Triastuti, Kepala Bidang Bina Jasa Konstruksi Imam Basuki serta Kepala Bagian Pembangunan Ida Lailatussa’diyah.

Para pejabat tersebut diajak berkeliling untuk melakukan pengecekan pembangunan. Satu per satu bagian bangunan dikritisi oleh bupati. Hasilnya, bupati menemukan pembangunan lantai dan atap tidak sesuai dengan gambar dan perencanaan.

“Saya cek lantainya, pondasinya dan atapnya ternyata ada yang tidak sesuai dengan gambar yang pernah ditunjukkan kepada saya. Harus dilakukan perbaikan, bila perlu dibongkar,” tegasnya.

Tak hanya itu, Bupati Sambari juga sempat geram dan langsung menegur kontraktor yang melaksanakan pekerjaan tersebut, karena kondisi sebagian bangunan yang tidak sesuai dengan yang diharapkan.

“Saya tegur kontraktor kontraktornya. Semua saya kembalikan kepada Dinas PU, yang jelas saya menekankan bahwa ini harus dilakukan perbaikan sesuai dengan rencana awal,” imbuhnya.

Dalam pengerjaannya, Bupati Sambari menekankan kepada Dinas terkait dan juga pihak kontraktor yang melaksanakan proyek tersebut untuk dilakukan secara professional dan sesuai dengan prosedur.

“Saya tidak mau kalau pengerjaannya asal-asalan dan tidak sesuai dengan prosedur. Karena ini untuk kepentingan masyarakat. Yang perlu diperhatikan, jangan ada pekerjaan malam hari,” ungkap Bupati.

Selain itu, Bupati meminta agar pekerjaan ini selesai tepat waktu dan sesuai dengan apa yang diharapkan. “Saya minta jangan sampai molor dan harus on time selesai tepat pada waktunya,” imbuh dia.

Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Cipta Karya DPU Gresik Tri Handayani mengatakan sebenarnya pihaknya sudah memberikan teguran kepada kontraktor. Namun, belum dilaksanakan bupati sudah terlanjut melakukan sidak. “Beberapa hari lalu saya sudah sampaikan teguran untuk perbaikan lantai,” ujarnya.

Ditambahkan, pihaknya akan melaksanakan seluruh arahhan yang disampaikan bupati. Sebab, apa yang disampaikan bupati memang sesuai dengan kondisi yang ada. “Kami akan minta kontraktor untuk melaksanakan perbaikan agar bisa sesuai dengan gambar dan perencanaan,” imbuh dia.

Edi, kontraktor pelaksana saat dikonfirmasi berjanji akan memperbaiki pekerjaan yang dinilai tidak sesuai spesifikasi. Dia juga akan menyelesaikan beberapa titik bangunan yang dianggap tidak sempurna seperti finishing plafon bawah deck, keramik untuk joging track serta tangga railling. "Secepatnya akan kami selesaikan, mengingat proyek ini harus diselesaikan akhir Desember," tegas Edi. (rof/ris)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia