Minggu, 18 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Blok Rel Perlintasan Jl A Yani, DPRD Segera Panggil DPUBMP dan PT KAI

Kamis, 08 Nov 2018 08:20 | editor : Abdul Rozack

BIANG MACET: Pengendara melintas tak jauh dari blok rel yang belum terpasang di perlintasan kereta api Wonokromo di Jalan Ahmad Yani, Surabaya.

BIANG MACET: Pengendara melintas tak jauh dari blok rel yang belum terpasang di perlintasan kereta api Wonokromo di Jalan Ahmad Yani, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Belum rampungnya pengerjaan blok rel,  membuat jalan depan Royal Plaza hingga Rumah Sakit Islam (RSI) tersendat. Kondisi ini membuat DPRD Surabaya akan segera memanggil pihak terkait agar masalah tersebut dapat segera dituntaskan. 

Anggota Komisi C DPRD Surabaya Agoeng Prasodjo mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan mengusulkan untuk memanggil antara Dinas PU Bina Marga dan Pematusan, PT KAI dan rekanan selaku yang mengerjakan proyek pemasangan blok rel. “Ini sudah terlalu lama, nanti saya usulkan untuk segera dipanggil,” ujar Agoeng saat ditemui di Gedung DPRD Surabaya, Rabu (7/11). 

Politisi Partai Golkar ini menilai proyek pemasangan blok rel sudah melebihi target yang ditentukan. Padahal sesuai jadwal, pemasangan blok yang sejatinya untuk memperlebar persimpangan sebidang pada palang pintu depan RSI tersebut selesai akhir Oktober. 

Namun nyatanya hingga masuk November belum juga terlihat aktivitas pemasangan blok rel. "Ternyata sampai bulan ini belum selesai. Padahal warga ini sudah ingin cepat selesai. Saya pikir kalau bisa harus ditanyakan. Kita harus panggil. Ini sudah terlalu lama,” urainya.  

Dia berharap, proyek yang menelan anggaran Rp 450 juta tersebut segera rampung sebelum akhir tahun. Dengan begitu proyek yang diambilkan dari penganggaran murni APBD 2018 itu dapat terserap. Untuk itu dirinya segera memanggil agar tidak samapai habis masa anggaran. Rencananya, pemanggilan dilakukan setelah waktu reses dewan berakhir pada minggu ini.  

(sb/bae/jek/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia