Senin, 10 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Sportainment Sidoarjo

Sepakbola Wajib Medali Emas di Ajang Porprov 2019

07 November 2018, 14: 38: 05 WIB | editor : Wijayanto

UNGGULAN: Tim sepak bola Sidoarjo (biru) saat melawan Pasuruan pada Porprov 2015 di Banyuwangi.

UNGGULAN: Tim sepak bola Sidoarjo (biru) saat melawan Pasuruan pada Porprov 2015 di Banyuwangi. (DOK/RADAR SIDOARJO)

SIDOARJO - Medali emas sepak bola adalah harga mati. Begitulah tekad Askab PSSI Sidoarjo menjelang Porprov Jatim 2019. Dengan persiapan yang matang, PSSI Sidoarjo optimistis mampu membawa pulang medali emas sepak bola ke Kota Delta.

Yahdar Balahmar, exco Askab PSSI Sidoarjo, mengatakan, tim sepak bola Kabupaten Sidoarjo selama dua porprov berturut-turut selalu jadi finalis. Sayang, dua kali pula gagal terus di final. "Kita pun dua kali dapat medali perak sepak bola. Nah, sekarang saatnya dapat medali emas," tegas Yahdar.

Sekadar mengingatkan, pada partai final cabor sepak bola di ajang Porprov 2015 di Stadion Diponegoro Banyuwangi, tim sepak bola Asprov Sidoarjo dikalahkan Kabupaten Tulugangung pada 13 Juni 2015. Sidoarjo yang dilatih Istikoh dari Sukodono kalah tipis 1-2. "Anak-anak saat itu kelelahan karena waktu istirahatnya sangat kurang. Tulungagung lebih fresh," katanya.

Di laga final Porprov 2013 di Madiun pun Sidoarjo menjadi runner-up alias hanya meraih medali perak. Tim Kabupaten Malang yang berhasil meraih medali emas cabor paling populer di tanah air itu.

Yahdar membantah anggapan bahwa Sidoarjo mendapat kutukan di partai final. Tampil meyakinkan di fase grup, 16 besar, hingga semifinal, tapi antiklimaks di final. "Masalahnya di faktor kebugaran pemain-pemain kita yang kurang. Kompetisi di porprov ini sangat menyita fisik pemain karena waktunya sangat sempit. Beda dengan kompetisi sepak bola yang normal," katanya.

Belajar dari kegagalan meraih medali emas di dua porprov berturut-turut sebelumnya, menurut pria yang juga pembina Persida Sidoarjo, tim pelatih harus merekrut pemain-pemain dengan kualitas merata. Tidak boleh ada perbedaan kualitas yang besar antara pemain inti dan pemain cadangan. Dengan begitu, pelatih bisa dengan mudah melakukan rotasi pemain.

"Misalkan beberapa pemain inti kita cedera atau kelelahan, maka pemain-pemain pelapis siap menggantikan. Dengan kualitas permainan yang tidak jauh berbeda," kata pria asal Desa Kenongo, Tulangan, itu.

Tim pelatih juga bisa menyiapkan beberapa opsi line-up atau starting eleven saat porprov nanti. Itu jelas tidak akan mudah jika kualitas pemain-pemain yang dimiliki Kabupaten Sidoarjo tidak merata. "Kalau pemain terbaik kita cedera, ya, bisa-bisa timnya tampil kurang greget," katanya.

Meski pengurus Askab PSSI Sidoarjo saat ini banyak orang baru, menurut Yahdar, pihaknya sudah melakukan evaluasi dan analisis seputar kekalahan di partai final Porprov 2013 Madiun dan Porprov 2015 Banyuwangi. Kegagalan di partai puncak itu diharapkan tidak terulang. "Itu membutuhkan kerja keras semua pihak karena lawan-lawan kita juga ingin meraih medali emas," katanya.

Sudah pasti tim Kabupaten Tulungagung bertekad mempertahankan medali emasnya. Kabupaten Malang dan Kota Malang juga sudah lama sesumbar bakal membidik emas. Kota Surabaya sudah pasti menjadi tim yang sangat kuat karena didukung Persebaya Junior, Kota Pahlawan, dan klub-klub internalnya.

Begitu juga empat tim tuan rumah porprov, yakni Gresik, Lamongan, Tuban, dan Bojonegoro. "Porprov tahun depan ini pasti lebih seru dan kompetitif," kata Yahdar. (sil/rek)

(sb/sil/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia