Minggu, 23 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Gresik

30 Perusahan Tutup Pabriknya di Gresik

06 November 2018, 14: 32: 16 WIB | editor : Wijayanto

TUTUP: Tingginya UMK Gresik membuat puluhan perusahaan menutup usahanya.

TUTUP: Tingginya UMK Gresik membuat puluhan perusahaan menutup usahanya. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Hingga Oktober tahun ini, sedikitnya 30 perusahaan menutup usahanya di Kabupaten Gresik. Penutupan dilakukan lantaran ketidakmampuan perusahaan dalam membayar upah karyawannya sesuai dengan besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) Gresik.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Gresik, Ichwansjah menjelaskan, ke-30 industri yang tutup rata-rata merupakan industri padat karya. Misalnya industri yang bergerak dibidang tekstil, sepatu dan Kayu.

“Mereka angkat kaki karena sudah tidak kuat menggaji karyawannya. Jumlah ini juga sesuai dengan survei BPS,” kata Ichwansjah.

Dikatakan, dari 30 perusahaan yang hengkang ada sekitar 4.000 buruh yang kehilangan pekerjaannya. Untuk itu, dia meminta pemerintah daerah dalam menetapkan besaran upah agar mendengarkan usulan dari pengusaha.

“Apabila pemerintah daerah tetap memaksakan besaran UMK diatas usulan pengusaha tentu banyak perusahaan yang angkat kaki. Hal ini membuat angka pengangguran semakin meningkat,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Anggota Dewan Pengupahan Gresik, Adensyah. Menurutnya, sepanjang Oktober 2018 banyak industri yang nyaris kolaps. Penyebabnya, kondisi ekonomi yang lesu ditambah kebijakan pemerintah yang kurang pro terhadap pengusaha.

“Selama ini kami melihat kebijakan penentuan besaran upah di suatu daerah masih ada embel-embel politis. Hal ini harus diubah. Jika tidak demikian pengusaha yang babak belur,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja Pemkab Gresik, Abdul Hakam berjanji akan mengecek kembali data industri yang terpaksa menutup operasionalnya di Gresik. “Saya belum tahu angka pastinya. Namun demikian meskipun ada yang hengkang dari Gresik, perusahaan yang mau masuk ke Gresik juga antri,” kata dia. (fir/ris)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia