Senin, 16 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Features Surabaya

Berbekal Pertukaran Pelajar, Dhea Sukses Tulis Buku Berbagi Pengalaman

04 November 2018, 10: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

Produktif: Alma Putri Dhiafira menunjukkan buku karya ke duanya yanng berjudul Kisahku Sebagai Exchange Student, di Kantor JP Book, Sabtu (3/11).

Produktif: Alma Putri Dhiafira menunjukkan buku karya ke duanya yanng berjudul Kisahku Sebagai Exchange Student, di Kantor JP Book, Sabtu (3/11). (GINANJAR ELYAS SAPUTRA/RADAR SURABAYA)

Share this      

Berawal dari mengikuti pertukaran pelajar, membuat Alma Putri Dhiafira bisa mewujudkan mimpinya pergi ke luar negeri. Selain itu,  mahasiswi Universitas Airlangga (Unair) jurusan S1 Hukum ini juga belajar mangasah kemampuannya berliterasi.

Ginanjar Elyas Saputra-Wartawan Radar Surabaya

Kesulitan berada di negeri orang ternyata membuat Dhea sapaan akrab Alma Putri Dhiafira ini menemukan banyak hal baru yang harus dihadapi secara mandiri. Dari pengalamannya itu, ia mencurahkannya dalam sebuah buku yang berjudul ‘Kisahku Sebagai Exchange Student’.

Sebelumnya ia juga telah mencetak buku dengan judul yang sama, dan telah habis terjual sebanyak 1000 eksemplar. Buku pertamanya itu banyak diminati kaum muda, karena catatan perjalananya yang menginspirasi.

Berbekal kemampuannya membaca, menulis, dan mempresentasikan suatu hal. Membuat Dhea sangat antusias membuat buku pertama dan kini menerbitkan buku keduanya itu. Ia menyatalan, konten dalam buku pertamanya dan kedua hampir sama dan ada beberapa penambahan.

“Yang baru hanya ada Mind Maps, perjalanan After Exchange dan perjalanan saya memasuki fakultas hukum di Unair,” jelas Dhea, Sabtu (3/11).

Buku setebal sekitar 200 halaman itu dia tulis seluruh proses perjalanan dari Surabaya hingga sampai ke Amerika Serikat. Selain itu, Dhea juga memaparkan pentingnya pengetahuan berdiplomasi saat menghadapi situasi-situasi tertentu.

Menurutnya sebuah diplomasi itu tak hanya untuk hal-hal berat. Ketika ingin melakukan sesuatu lalu tidak diizinkan karena bertentangan dengan regulasi, saat itulah perlunya diplomasi. Saat sebelum dinyatakan lolos seleksi, perempuan kelahiran Semarang, 30 Juli 1998 ini memyampaikan argument positif sehingga bisa lolos dan memperoleh izin pertukaran pelajar.

 “Jadi mulai dari saya berangkat, hingga tiba di Amerika saya kemas  dalam buku ini. Seperti apa disana budayanya, lalu saat terbang didalam pesawat seperti apa, dan lain sebagainya,” terangnya.

Buku tersebut diharapkan bisa jadi panduan para pelajar lain saat lolos menjadi peserta pertukaran pelajar dikemudian hari. Bagaimana menghadapi situasi baru di saat jauh dari rumah, dan apa saja pengalaman yang didapatnya saat itu. Dalam perjalanannya, Dhea beruntung tidak mengalami masalah selama berada di negeri Paman Sam.

“Selama disana, saya bersyukur tidak ada kendala. Seperti yang saya jelaskan. Betapa pentingnya diplomasi itu, sehingga perjalanan saya menjadi lancar. Dengan adanya buku saya yang ke dua ini, dengan berharap banyak anak muda terpacu sebagai student exchange,” tandasnya mahasiswi semester tiga ini.(nug)

(sb/gin/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia