Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya
Syahrul Anto, Relawan Lion Air JT-610 yang Gugur

Punya Lisensi Divers, 10 Tahun Pengalaman Relawan Bencana

03 November 2018, 19: 58: 27 WIB | editor : Wijayanto

RELAWAN: Almarhum Syahrul Anto terlatih ikut operasi penyelamatan korban bencana.

RELAWAN: Almarhum Syahrul Anto terlatih ikut operasi penyelamatan korban bencana. (NET/IG)

Share this      

Surabaya - Meski tidak tergabung dalam Basarnas, namun kemampuan menyelam Syahrul Anto yang gugur dalam operasi pencarian dan evakuasi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, tidak diragukan.

Lyan Kurniawati, istri almarhum menyatakan bahwa suaminya punya "SIM" khusus untuk menyelam.

Bahkan, almarhum yang kelahiran Makassar itu  juga sudah pengalaman ikut operasi penyelamatan korban bencana. Di antaranya di penyelamatan korban gempa dan tsunami di Palu, Sulteng dan jatuhnya pesawat Air Asia.

"Suami saya punya lisensi divers, dia kemarin seminggu di Palu juga ikut membantu evakuasi korban di hotel Roa-Roa," jelasnya. 

Tak hanya itu, sebelumnya pada tragedi Air Asia yang jatuh di kawasan Selat Karimata tahun 2014, almarhum juga ikut menyelam mencari korban. 

Almarhum sendiri di Makassar bergabung dengan komunitas relawan selam. Meski dia menjabat direktur sebuah perusahaan, dia tak canggung terlibat dalam operasi penyelamatan korban bencana.

Lyan menceritakan, sepulang dari ibadah haji dua bulan lalu, almarhum langsung berangkat ke Palu setelah mendengar musibah gempa dan tsunami.

Selepas dari Palu, korban sempat pulang ke Makassar. Lalu, dia bersilaturahmi ke Surabaya-Blitar dan ke Jogjakarta. Namun baru saja di kota gudeg, korban berangkat lagi ke Karawang setelah ditelpon temannya.

"Suami saya meang bukan tim Basarnas, tapi dia relawan dan punya lisensi menyelam," jelasnya

Dia menambahkan, suaminya sudah sejak 10 tahun terkahir selalu aktif membantu sesama, terutama dalam musibah besar. Namun, belakangan menurut istrinya, almarhum memang sudah agak lama tidak menyelam.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan duka cita mendalam dan apresiasi yang tinggi kepada Syahrul Anto relawan penyelam “Indonesia Diver Rescue”, yang gugur dalam misi pencarian korban Lion Air JT-610 pada Jumat (2/11). 

“Saya menyampaikan rasa duka yang mendalam dengan gugurnya saudara Syahrul Anto relawan Indonesia Diver Rescue, sekaligus apresiasi yang tinggi atas pengorbanan almarhum dalam misi kemanusiaan pencarian korban pesawat Lion Air JT-610,” ungkap Menhub Budi Karya. 

Dia mengatakan, kegiatan penyelaman di laut dalam rangka upaya pencarian dan penyelamatan merupakan kegiatan yang tinggi risikonya.

Karenanya, dia yakin kegiatan tersebut telah dilakukan dengan standar prosedur yang ketat.Ia juga menyampaikan kepada  Kabasarnas untuk mengurus jenazah almarhum dengan sebaik-baiknya,” ucap Budi Karya. (rus/jay)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia