Kamis, 22 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Jatim Jajaki Ekspor Mangga ke Rusia

Sabtu, 03 Nov 2018 13:05 | editor : Wijayanto

JALIN KERJA SAMA: Gubernur Jatim Soekarwo (kanan) saat meneriman kunjungan Dubes LBBP RI di Rusia, Mohamad Wahid Supriyadi di ruang kerjanya, Jumat (2/10).

JALIN KERJA SAMA: Gubernur Jatim Soekarwo (kanan) saat meneriman kunjungan Dubes LBBP RI di Rusia, Mohamad Wahid Supriyadi di ruang kerjanya, Jumat (2/10). (ISTIMEWA)

SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) membuka peluang ekspor buah dan perhiasan dengan Pemerintah Rusia. Pemprov melihat ada peluang pengiriman mangga ke negeri beruang merah tersebut. 

Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan, ekspor mangga sangat mungkin dilakukan mengingat buah ini sangat disukai oleh masyarakat Rusia. “Di daerah seperti Madiun dan Magetan banyak pohon mangga yang ditanam di pinggir jalan, kita juga ekspor sekitar 800 ton mangga per tahun. Selain itu kita memiliki potensi mangga podang yang warnanya kuning,” ujar gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo tersebut saat menerima Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia di Rusia, Jumat (2/11).

Diakuinya, buah dan perhiasan dari Jatim dapat bersaing di pasar Rusia. Untuk itu, ke depan ia akan membicarakan lagi teknisnya secara detail. “Kami akan pilih produk yang bisa kontinyu, jadi nanti akan dihitung seperti apa skala ekonominya,” jelasnya. 

Seperti diketahui, neraca perdagangan Jatim dengan Rusia selama kurun waktu 2014 sampai dengan Juni 2018 setiap tahunnya menunjukkan angka defisit bagi Jatim. Dimana ekspor Jatim ke Rusia dari Januari sampai dengan Juni 2018 sebesar USD 78,95 juta. Tiga komoditi yang selama ini menjadi ekspor utama non migas yaitu bahan kimia organik, alas kaki, lemak dan minyak hewan/nabati. 

Sementara untuk impor, mulai Januari sampai dengan Juni 2018 sebesar USD 232,11 juta. Pakde Karwo menyebutkan, tiga penyumbang impor non-migas adalah besi, baja, pupuk, dan gandum-ganduman. “Biasanya kami memiliki Kantor Perwakilan Dagang (KPD) di beberapa negara, namun saya melihat Pak Dubes (Dubes Rusia, Red) sangat aktif jadi kami terbantu sekali,” bebernya. 

Dubes LBBP RI di Rusia, Mohamad Wahid Supriyadi mengatakan, kunjungan ke Jatim ini dilakukan untuk mendorong ekspor produk-produk ke Rusia. Terutama buah mangga dan perhiasan. “Saya melihat Jatim punya potensi besar untuk dua komoditi tersebut, apalagi di Rusia walaupun banyak batu mulia tapi pengolahannya masih buruk,” kata Wahid Supriyadi. 

Selain ekspor, dia juga mengajak Jatim untuk kembali ikut berpartisipasi dalam Festival Indonesia ke-4 yang akan diselenggarakan tahun depan. Alasannya, potensi di provinsi dengan penduduk kurang lebih 38 juta jiwa tersebut sangat digemari dan diminati warga Rusia. Festival Indonesia merupakan rangkaian kegiatan mulai bisnis forum, pameran, promosi terpadu perdagangan, sampai dengan seni budaya yang digelar oleh KBRI Moskow di Rusia. “Kami juga menyampaikan usulan pemerintah St. Petersburg yang ingin menjalin hubungan Sister Province dengan Jatim,” tandasnya. (bae/nur) 

(sb/bae/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia