Senin, 18 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik
Relokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngipik

Siapkan Rp 25 M, Beli Lahan Pembuangan Sampah

02 November 2018, 17: 38: 35 WIB | editor : Wijayanto

DIRELOKASI : TPA Ngipik bakal direlokasi karena kapasitasnya sudah melebihi batas serta membutuhkan lahan yang lebih luas.

DIRELOKASI : TPA Ngipik bakal direlokasi karena kapasitasnya sudah melebihi batas serta membutuhkan lahan yang lebih luas. (DOK/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Rencana Pemerintah Kabupaten Gresik merelokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngipik mendapat dukungan dari DPRD Gresik. Bahkan, DPRD menargetkan tahun depan bisa mendapatkan lahan untuk pembuangan sampah di tiga wilayah sekaligus.

Usulan itu tertuang dalam pembahasan lanjutan Kebijakan Umum Anggaran–Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2019. Dewan telah menyiapkan anggaran Rp 25 miliar.

Wakil Ketua DPRD Gresik Nur Qolib mengatakan anggaran sebesar Rp 25 miliar tersebut akan dibagi menjadi tiga wilayah. Yakni, Rp 10 miliar untuk pembelian lahan di wilayah selatan, Rp 10 miliar di wilayah utara. “Serta Rp 5 miliar untuk pembelian lahan di Pulau Bawean,” ujarnya.

Dikatakan, tahun depan pihaknya memastikan tidak ada anggaran untuk pembelian tanah lainnya. Pihaknya hanya ingin pemerintah fokus mencari lahan untuk pengolahan sampah terpadu.

“Tidak ada, kami pastikan untuk tahun depan hanya ada anggaran untuk pembelian lahan tempat pengolahan sampah terpadu,” ungkap dia.

Menurut dia, tempat pengolahan sampah sangat dibutuhkan masyarakat. Sebab, selama

ini Gresik masih menggunakan lahan milik perusahaan untuk pembuangan sampah akhir. “Kami ingin tahun depan sudah ada titik terang, sebab persoalan lahan ini sudah lama dibahas tapi tak kunjung ada hasilnya,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik M Najikh mengaku masih menunggu kepastian anggaran tersebut. Sebab, terkait pengadaan lahan tetap harus mempertimbangkan kekuatan anggaran daerah.

“Kami memang mengusulkan. Tetapi untuk kepastiannya tergantung pembahasan,” ungkap dia.

Ditambahkan, kondisi persampahan di Gresik memang cukup pelik. Sebab, keberadaan TPA Ngipik sebagai satu-satunya lokasi pembuangan sampah sangat terbatas. “Setiap hari, ada sekitar 200 ton sampah yang masuk ke sana. Jadi perlu ada penambahan lokasi pembuangan,” imbuh dia. (rof/ris)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia