Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Diduga Ajarkan Aliran Terlarang, 10 WNA Ini Diamankan

02 November 2018, 05: 05: 59 WIB | editor : Wijayanto

DIINTEROGASI: Sejumlah WNA saat diamankan di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (1/11). Diduga WNA ini menyebarkan aliran sesat.

DIINTEROGASI: Sejumlah WNA saat diamankan di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (1/11). Diduga WNA ini menyebarkan aliran sesat. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Sebanyak sepuluh orang warga negara asing (WNA) diamankan tim Satintelkam Polrestabes Surabaya, Rabu malam (31/10). Mereka diamankan dari kawasan Tenggilis, tepatnya di sekitar Kampus Universitas Surabaya (Ubaya). Mereka diamankan karena diduga melangar izin tinggal hingga mengajarkan aliran terlarang.

Sepuluh WNA tersebut terdiri dari lima orang laki-laki dan lima wanita. Mereka datang dari berbagai negara. Di antaranya enam orang dari Korea, dua dari Malaysia, satu orang Tiongkok dan seorang WNA Singapura.

Setelah diamankan, mereka dibawa ke Mapolreatabea Surabaya untuk dilakukan pendataan dan pemeriksaan.

Kasat Intelkam Polrestabes Surabaya, AKBP Benny Pramono mengatakan, proses pemeriksaan dan pendataan berjalan hingga Kamis sore (1/11). Setelah semuanya rampung, mereka lantas dibawa ke pihak Imigrasi untuk proses lebih lanjut.

Untuk sementara, menurut Benny mereka melakukan pelanggaran hukum yakni pasal 122 UU nomor 6 tahun 2011 tentang keimigrasian mengenai penyalahgunaan izin tinggal.

Menurut Benny, selain mengamankan para WNA, polisi juga menyita sejumlah dokumen. Di antaranya paspor yang menurut Benny meski lengkap, namun diduga tak sesuai peruntukan.

"Kami sudah serahkan ke pihak imigrasi, silahkan konfirmasi ke sana untuk lebih detail pelanggaran pidananya," ungkap Benny.

Informasi lain menyebutkan, para WNA tersebut diamankan setelah sebelumnya warga di sekitar Tenggilis memprotes kegiatan mereka. Sebab, mereka diduga mengajarkan atau memengaruhi sejumlah mahasiswa tentang ajaran terlarang.

Hal itu ditunjukkan dengan seringnya mereka menunjukkan kitab-kitab yang diduga mengandung ajaran menyimpang. Meski demikian Benny membantah hal itu. "Tidak ada kegiatan seperti itu," tandasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Humas Ubaya Hayuning Purnama Dewi mengaku tak tahu soal kegiatan yang dilakukan oleh para WNA itu. Termasuk dugaan tentang ajaran sesat yang memengaruhi para mahasiswa di kampus.

Meski demikian dia mengetahui adanya pengamanan para WNA itu. "Kami tahu ada WNA yang diamankan. Namun kegiatan mereka, kami tidak tahu soalnya mereka diamankan di luar kampus," terangnya. (yua/jay)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia