Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Perjuangkan Rekomendasi Rujukan Online

29 Oktober 2018, 16: 44: 22 WIB | editor : Aries Wahyudianto

PELAYANAN

Pegawai BPJS Kesehatan Gresik sedang melayani peserta. Rencananya, direktur BPJS Kesehatan, dr Galih Anjungsari akan merekomendasikan beberapa perbaikan program perbaikan rujukan online kepada BPJS RI. (HANY AKASAH/RADAR GRESIK)

Share this      

Meski banyak yang protes terkait kebijakan rujukan online, BPJS Kesehatan Gresik berjanji akan memperjuangkan beberapa program kepada BPJS RI. Diantaranya, perbaikan rujukan online untuk pasien paska operasi, pelayanan obat dan sebagainya.

“Untuk lebih memperbaikinya, uji coba akan diperpanjang hingga 31 Oktober," kata Direktur BPJS Kesehatan, dr Galih Anjungsari.

Dikatakannya, l angkah ini bertujuan untuk lebih menguatkan keterlibatan dan sinergi dengan Dinas Kesehatan dan asosiasi fasilitas kesehatan dalam melakukan review mapping dan validasi kapasitas FKRTL, serta optimalisasi bridging system.

Sebenarnya, uji coba yang hampir berlangsung dua bulan telah dirasakan manfaatnya oleh peserta. Misalnya, peserta tak perlu mengantre lama-lama di rumah sakit tertentu. Selain itu, peserta makin mudah dan mendapatkan kepastian dalam memperoleh pelayanan, dan proses lebih cepat karena antre sudah dibagi ke rumah sakit lain.

Kemudahan lain, lanjut Galih, didapatkan pasien dalam mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai dengan kelas dan kompetensi rumah sakit yang menjadi rujukan online. Yang mana, masyarakat tak lagi menemui antrean di rumah sakit karena antrean sudah mulai terurai melalui pendistribusian pasien yang merata ke faskes yang masih cukup kapasitasnya. 

“Jadi tak fokus ke satu atau dua rumah sakit yang berdampak pada antrean dan penurunan kualitas layanan,” jelasnya.

Galih juga memaparkan bahwa pasien peserta JKN-KIS tetap bisa mendapatkan pelayanan di rumah sakit tujuan rujukan kelas B dan A selama sesuai dengan kebutuhan medisnya. "Rujukan kasus-kasus tertentu yang kompetensinya hanya dimiliki rumah sakit kelas B bisa langsung dirujuk dari FKTP ke rumah sakit kelas B," paparnya.

Untuk pasien JKN-KIS dengan kasus rujukan dengan kondisi khusus antara lain gagal ginjal (hemodealisa), hemofilia, kemoterapi, radioterapi, jiwa kusta, TB-MDR, dan HIV-ODHA dapat mengunjungi rumah sakit kelas manapun berdasarkan riwayat pelayanan sebelumnya selama ini. 

"Selama uji coba rujukan online, BPJS Kesehatan terus melakukan kordinasi, monitoring, dan evaluasi rutin bersama dengan FKTP, FKRTL, dan Dinas Kesehatan serta stakeholders lain yang berkordinasi melalui kantor Cabang BPJS Kesehatan. “Harapannya, komunikasi rutin serta efektif terus dibangun, sehingga perbaikan dan masukan konstruktif dapat diakomodir untuk penerapan rujukan online mendatang," pungkasnya. (han)

(sb/han/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia