Minggu, 18 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Events Surabaya

Gelar Wayang Kulit, Pakde Karwo Berharap Budaya Hadirkan Kesejukan

Minggu, 28 Oct 2018 10:20 | editor : Abdul Rozack

BUDAYA: Pakde Karwo saat hadiri acara pagelaran wayang kulit ’Wahyu Katentreman’, dalam rangka Hari Jadi Provinsi Jatim ke-73.

BUDAYA: Pakde Karwo saat hadiri acara pagelaran wayang kulit ’Wahyu Katentreman’, dalam rangka Hari Jadi Provinsi Jatim ke-73. (ISTIMEWA)

Dalam menjalani kehidupan harus ada keseimbangan antara kehidupan jasmani dan rohani. Kehidupan tersebut bukan mesin yang selalu berkejaran, tetapi saling berangkulan untuk menciptakan suasana yang harmoni. Dan yang mampu menciptakan suasana tersebut tidak lain adalah budaya.

"Budaya dalam bentuk kesenian bagaikan air jernih yang mengalir, membersihkan kotoran-kotoran yang ada tanpa pernah memilah-milah mana yang baik dan mana yang buruk dan tanpa meminta balasan dari Tuhan Yang Maha Kuasa,” kata Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo dalam  sambutannya di acara Pagelaran Wayang Kulit dalam Peringatan Hari Jadi ke-73 Provinsi Jawa Timur yang digelar di depan Kantor Gubernur Jatim di Jalan. Pahlawan 110, Surabaya, Jumat (26/10) malam.

Masih menurut Pakde Karwo - sapaan akrab Gubernur Jatim, dengan budaya membuat insan kamil (konsep manusia sempurna) seseorang akan tumbuh. Perasaan cinta kasih, rasa kemanusiaan, dan kepedulian terhadap sesama akan tumbuh secara alami. Sehingga di tengah carut marutnya kehidupan, budayalah yang menjadi penengah. 

"Budaya tanding yang akhir-akhir ini marak terjadi di tengah-tengah masyarakat, khususnya di ajang pemilukada. Ada golongan kanan dan golongan kiri, dan budaya ada di tengah-tengahnya dan menjadi pemenangnya,” terangnya.

Dikesempatan itu, Pakde Karwo juga meminta kepada seluruh hadirin untuk menyimak makna lakon yang dimainkan sang dalang, Ki Anom Suroto dengan lakon “Wahyu Katentreman”. Lakon yang bermakna pesan kehidupan untuk membangun harmonisasi dan saling menghargai itu diminta untuk dijadikan landasan kehidupan. 

"Jadi dunia besar itu harus menghargai dunia kecil, demikian pula sebaliknya. Sehingga, kesejahteraan yang kita bangun itu berdasarkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dengan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa,” pungkasnya.

Menandai dimulainya pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon "Wahyu Katentreman", Pakde Karwo menyerahkan gunungan kulit kepada Ki Anom Suroto.  Acara bertambah semarak dengan tampilnya Kirun dan Gareng. 

Pagelaran budaya adi luhung wayang kulit itu mendapat perhatian masyarakat luas. Sejak sore, masyarakat pun beramai-ramai menyaksikan pagelaran tersebut hingga selesainya acara.

Ikut hadir diacara tersebut tampak Pimpinan BI di Surabaya, Sekdaprov Jatim, perwakilan Forkopimda, serta  seluruh Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah). (nin/nug)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia