Jumat, 15 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Features Surabaya

Bangkit dari Kecelakaan, Windu Kini Raup Jutaan Rupiah dari Karyanya

27 Oktober 2018, 22: 48: 08 WIB | editor : Abdul Rozack

MINIATUR MOTOR: Windu Cahyono (39), menunjukkan karya-karyanya berupa miniatur motor yang ia buat sendiri, saat penyelenggaraan Bazar UKM di kawasan K

MINIATUR MOTOR: Windu Cahyono (39), menunjukkan karya-karyanya berupa miniatur motor yang ia buat sendiri, saat penyelenggaraan Bazar UKM di kawasan Kemlaten, Surabaya, Sabtu (27/30). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

Kecelakaan yang dialaminya 3 tahun lalu hingga menyebabkan kaki dan tangannya patah, memacu  Windu Cahyono, 39, tetap bangkit meski harus menggunakan alat bantu jalan. Ia pun mampu membuat karya seni bernilai maha dari bahan bekas.

Ginanjar Elyas Saputra/ Wartawan Radar Surabaya

Kecelakaan yang terjadi 2015, sempat membuat Windu berdiam diri di rumah agar lekas pulih, sekaligus menimbulkan rasa jenuh karena tidak ada aktivitas. Dalam kondisi demikian,  ia berinisiatif membuat sebuah kerajianan tangan miniatur motor classic dengan  memanfaatkan barang-barang bekas disekitarnya.

Dengan melihat gambar yang ia unduh dari mesin pencarian Google, percobaan pertamanya gagal, begitu juga dengan percobaan kedua dan ketiga. Pada percobaan berikutnya,  ia berhasil membuat satu buah miniatur motor classic dari hasil buah tangannya. “Saya coba berkali-kali waktu itu. Gagal terus, lalu saya coba dan tidak putus asa. Akhirnya Alhamdulillah jadi,” katanya  sambil mengingat-ingat, Sabtu (27/10).

Windu pun  mencoba memajang karyanya itu di media sosial facebook, dan mendapatkan  respon positif, hingga ia memperoleh banyak orderan hingga saat ini pesanannya semakin banyak.

Ternayata hasil karyanya itu tidak hanya menuai respon masyarakat lokal saja, dari Kalimantan, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Summatera, dan Bali.Tetapi juga menarik perhatian masyarakat mancanegara, seperti India dan Singapura. 

Ia mengatakan pembuatan  biasanya sesuai dengan permintaan pelanggan dengan mengirim foto motor. “Jadi sesuai request, selama basicnya motor classic. Kebanyakan saya membuat motor jenis classic motor buatan tahun 60-80an jiwanya,” jelasnya.

Jenis – jenis motor yang di buatnya juga beragam, mulai dari motor Honda CB100, BMW, DKW, dan masih banyak lainnnya. Menurut dia, paling sulit yang pernah dibuatnya adalah motor jadul yang berada pada tahun 60an ke atas. Bahan yang digunakan pun menggunakan bahan bekas, seperti sedotan, besi bekas, seng, bungkus rokok, dan kartu perdana bekas hingga masih banyak lainnya.

Satu motor bisa bandrol dengan harga yang tidak murah, dan itu pun tergantung jenis dan tingkat kesulitan motornya. Dirinya membandrol dengan harga Rp 350 – 500 ribu per miniatur dan mraup untuk hingga jutaan rupiah,  “Jadi tergantung tingkat kesulitannnya, kalau range kesulitannya tinggi. Otomatis harga lebih mahal,” imbunya.

Dirinya juga menganggap, mahalnya harga miniatur buatannya ini bukan hanya sekadar barang pajangan saja. Tetapi bagaimana konsumen bisa menghargai sebuah karya seni yang sebanding dengan kualitasnya, meskipun terbuat dari bahan bekas. “Jadi saya ingin, konsumen tahu menghargai sebuah karya ini tidak dilihat dari keindahannya saja, tapi dari artistic keaslian dari setiap detail motor itu tadi,” pungkas Windu. (nug)

(sb/gin/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia