Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Parkir Ngawur, Mobil Kena Rp 500 Ribu, Motor Rp 250 Ribu

Pemkot Terapkan Sanksi Keras Per 1 November

26 Oktober 2018, 19: 29: 40 WIB | editor : Wijayanto

MELANGGAR: Sebuah mobil yang diparkir di atas trotoar Jalan Dr Moestopo, Surabaya, Jumat (26/10). Sebentar lagi, parkir seperti ini akan ditindak tegas.

MELANGGAR: Sebuah mobil yang diparkir di atas trotoar Jalan Dr Moestopo, Surabaya, Jumat (26/10). Sebentar lagi, parkir seperti ini akan ditindak tegas. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Niat Pemkot Surabaya untuk menertibkan jalanan Kota Pahlawan ditunjukkan dengan penerapan Perda nomor 3 tahun 2018 tentang parkir. Mulai 1 November, warga yang memarkir kendaraannya sembarangan harus siap-siap menerima denda Rp 500 ribu untuk roda 4 dan Rp 250 ribu kendaraan roda dua.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabya Irvan Wahyudrajat mengatakan, pemberlakuan perda ini sebenarnya sudah diterapkan sejak beberapa bulan lalu. Namun, penerapan dendanya baru bisa diterapkan setelah terbitnya Perwali nomor 63 tahun 2018.

“Penerapan sanksi ini sesuai dengan Undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas angkutan jalan. Dalam undang-undang tersebut diatur hukuman kurungan 2 bulan dan denda Rp 500 ribu,” ujar Irvan, Jumat (26/10).

Selain denda, lanjutnya, sanksi berupa penguncian ban dan penderekan juga dilakukan. Jadi setelah dilakukan penggembokan, ditempeli stiker. Kemudian sang pemilik kendaraan dapat mentransfer sanksi denda melalui BCA, BANK JATIM, BNI, MANDIRI, BRI. “Kita lakukan tidak berhubungan langsung dengan petugas,” jelasnya.

Selanjutnya, pemilik atau pengemudi bisa menghubungi Command Center 112 untuk menjelaskan jika sudah membayar denda. Lalu petugas menghubungi patroli gabungan dan mendatangi kembali mobil yang digembok. Pemilik atau pengemudi menunjukkan bukti pembayaran sanksi denda, barulah kunci roda kendaraan pelanggar dibuka.

Karena keterbatasan petugas, sementara yang dilakukan penertiban adalah jalan protokol yang terdapat rambu dilarang parkir. “Tapi kalau ada warga yang ingin melaporkan di depan lahannya bisa ditindak,” urainya. (bae/jay)

(sb/bae/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia