Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Features Sidoarjo
Finalis Duta Wisata Sambangi Kampung Kalialo

Terharu Melihat Siswa Semangat Belajar

23 Oktober 2018, 05: 20: 59 WIB | editor : Lambertus Hurek

Anak-anak Kalialo diajak bermain para duta wisata Sidoarjo.

Anak-anak Kalialo diajak bermain para duta wisata Sidoarjo. (Silvester/Radar Sidoarjo)

Share this      

Warga Dusun Dusun Kalialo, Desa Kupang, Kecamatan Jabon, kemarin, kedatangan tamu istimewa. Sebanyak 20 finalis pemilihan duta wisata Guk dan Yuk Sidoarjo menyambangi kampung terpencil ini.

DIDAMPINGI pengurus Paguyuban Guk dan Yuk Sidoarjo (PGYS), 10 pasang finalis duta wisata itu menemui para murid SDN Kupang 4. Sekolah di Tambak Kalialo, Jabon, itu jauh berbeda dengan sekolah-sekolah di tempat lain. Sebab, jumlah murid kelas 1 sampai kelas 6 hanya 20 anak.

"Di sini kami hanya punya tiga ruang kelas. Jadi, murid-murid dari dua kelas yang berbeda menempati satu ruangan," tutur Muhammad Aris, guru kelas 1 dan 2 SDN Kupang 4 kepada rombongan duta wisata Kabupaten Sidoarjo itu.

Bangunan sekolahnya juga apa adanya. Terbuat dari kayu. Lantainya juga terbuat dari kayu. Ada beberapa lubang di jendelanya yang terbuat dari anyaman kawat. Sekolah itu hanya memiliki tiga ruang kelas

Di belakang deretan ruang kelas itu, ada kantor administrasi dan ruang guru. Kondisinya tidak jauh beda dengan ruang kelas, sangat sederhana. "Saat ini kelas dua kosong. Tidak ada muridnya," ucap Aris.

Di musim kemarau seperti ini cuaca di kampung Tambak Kalialo itu terasa sangat terik. Kondisi ini justru jauh lebih baik ketimbang musim hujan. Sebab, genangan air bisa mencapai satu meter lebih. "Kalau banjir, sampai paha tingginya," kata Aris yang dibenarkan sejumlah murid.

Persoalan yang paling berat di Kalialo, menurut Aris, adalah infrastruktur. Sebab, kampung di pinggir Sungai Porong itu sangat sulit ditempuh lewat jalur darat. "Selama ini kita harus pakai perahu kalau muat bahan bangunan dan berbagai logistik," katanya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Guk dan Yuk Sidoarjo (PGYS) Riska Dian Nur Faizah mengatakan, kunjungan ke kawasan pelosok ini merupakan salah satu agenda yang harus dilakukan para finalis duta wisata sebelum malam final pemilihan Guk dan Yuk 2018. Gadis yang akrab disapa Yuk Riska ini mengaku merasa terharu diajak menyambangi  Tambak Kalialo. 

Kampung pelosok ini tidak banyak diketahui masyarakat Sidoarjo di kawasan lain. Apalagi di sana ada SDN Kupang 4 yang proses belajar mengajarnya berbeda dengan sekolah-sekolah lain. Selain muridnya sangat sedikit, peserta didik dan guru harus berjuang keras untuk sampai ke sekolah. ''Sangat mengharukan,'' katanya.

Yuk Riska menilai kampung-kampung pelosok seperti Tambak Kalialo ini kurang mendapat perhatian dari pemerintah. Ini yang membuat kampung tersebut masih cenderung terbelakang. ''Kalau diberikan pengertian, perhatian, mungkin sedikit saja, contohnya sekolah mereka diperbaiki, insya Allah, mereka tambah semangat untuk belajar. Utamanya lingkungannya. Kalau ditata dengan baik akan semakin sehat,'' kata Yuk Riska. (sil/rek)

(sb/nis/rek/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia