Senin, 10 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Serang Polisi Pakai Celurit, Pengedar Ini Dilindungi Istrinya

22 Oktober 2018, 16: 46: 10 WIB | editor : Wijayanto

TERSANGKA: Tohari (kiri) dan celurit yang dipakainya untuk menyerang polisi.

TERSANGKA: Tohari (kiri) dan celurit yang dipakainya untuk menyerang polisi. (YUAN ABADI/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Berdalih tak punya biaya untuk operasi istrinya yang baru melahirkan membuat Tohari, 33, nekat mengedarkan narkoba. Tersangka pun dibekuk polisi dengan barang bukti 27 poket sabu (SS) seberat 12,41 gram.

Yang menarik saat hendak diringkus di rumahnya di kawasan Jalan Ngagel Baru, tersangka justru dilindungi oleh istri dan orangtuanya. Akibatnya karena melawan saat ditangkap, tersangka yang sehari-hari berjualan sayur ini terpaksa dilumpuhkan.

"Orang tua dan istri tersangka memberikan semacam kode pembicaraan yang intinya agar Tohari segera kabur dari rumah saat kami lakukan penggerebekan," ungkap Wakasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, Kompol Yusuf Wahyu, Senin (22/10). 

Curiga dengan gerak-gerik orangtua dan istri tersangka, polisi pun memaksa masuk rumah. Kemudian saat berada di dalam, tersangka yang saat itu berada di lantai dua sempat muncul untuk melihat keadaan. Aksinya kepergok polisi hingga langsung dikejar ke lantai dua.

"Tersangka bersembunyi di dalam kamar. Namun saat kami dobrak, tersangka justru melawan dengan cara mengacungkan sabit ke arah kami," paparnya. Tersangka pun segera dilumpuhkan. Saat kamarnya digeledah, polisi menemukan 27 paket SS seberat 12,41 gram yang disembunyikan di talang rumah. (yua)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia