Kamis, 22 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Gresik

759 Ton Raskin Bawean Tersalurkan

Senin, 22 Oct 2018 11:58 | editor : Aries Wahyudianto

TERTUNDA : Jumlah raskin Pulau Bawean masih tersendat 759 ton tahun ini.

TERTUNDA : Jumlah raskin Pulau Bawean masih tersendat 759 ton tahun ini. (Rofiq/Radar Gresik)

KOTA - Jatah beras  masyarakat miskin (Raskin) yang belum tersalurkan di Pulau Bawean mencapai 759 ton. Jumlah ini merupakan akumulatif dari raskin yang belum diterima selama 9 bulan terakhir.

Sekertaris Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik Zainal Arifin mengatakan, untuk jumlah raskin yang belum terkirim mencapai 759.060 kilogram. Ini akumulasi dari 9 bulan yang tidak terkirim. Memang jumlahnya sangat banyak, karena memang tidak terkirim cukup lama,” ujarnya saat dikonfrimasi.

Menurut dia, jumlah tersebut dibagi untuk 8.434 orang penerima raskin di Pulau Bawean. Dengan rincian, untuk Kecamatan Tambak sebanyak 3.195 penerima dan Kecamatan Sangkapura sebanyak 5.239 penerima. “Masing-masing penerima setiap bulan mendapatkan jatah sebanyak 10 kilogram beras. Jadi kalau 9 bulan, mereka akan mendapatkan sebanyak 90 kilogram beras,” ungkap dia.

Untuk proses pengiriman masih dilakukan kajian. Apakah untuk penunjukan pengirim perlu memakai sistem lelang atau cukup dengan penunjukan langsung. "Sebab, karena keterlambatan penganggaran, proses pengiriman harus dijadikan satu selama 9 bulan. Sehingga anggaran pengirimannya cukup besar," kata dia.

Dikatakan, untuk persiapan tahun 2019 mendatang, pihaknya sudah mengajukan anggaran pada KUA-PPAS 2019. Harapannya, agar tidak terjadi keterlambatan dalam proses pengiriman beras. "Tahun depan kami pastikan pengirimannya bisa dilakukan setiap bulan," ungkapnya. (rof/ris)

 

(sb/rof/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia