Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle

Cukupi Nutrisi Sejak Hamil Cegah Anak Stunting

20 Oktober 2018, 13: 18: 27 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (NET)

Share this      

Meski zaman telah modern dan tingkat perekonomian serta pendidikan masyarakat terus meningkat, namun stunting akibat kurang gizi masih saja terjadi. Baik di daerah maupun kota besar.

Stunting adalah kondisi dimana anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga tinggi badannya lebih rendah daripada standar usianya. Stunting biasanya terjadi karena kurang asupan gizi alias malnutrisi.

Dr Meta Hanindita Sp.A dari UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengatakan, stunting memiliki beberapa dampak buruk. Antara lain kualitas hidup buruk, prestasi sekolah menurun, produktivitas kurang, serta perkembangan intelektual dan sosial terganggu.

Ada beberapa cara mencegah terjadinya stunting. Yang pertama tentu pemberian nutrisi yang cukup selama masa kehamilan.

"Selama sembilan bulan janin dalam kandungan, ibu harus tercukupi kebutuhan gizinya dengan makanan yang bernutrisi," kata dokter spesialis anak lulusan Universitas Airlangga tersebut.

Yang kedua adalah pemberian nutrisi setelah bayi lahir. Yang paling baik tercukupi dengan air susu ibu (ASI). Jika tidak, bisa diganti susu formula. Setelah cukup usia, bisa ditambahkan makanan pendamping ASI (MPASI).

MPASI harus dilakukan di waktu yang tepat dan dengan cara yang benar. "Menu yang diberikan untuk MPASI disarankan menu empat bintang sesuai rekomendasi dari WHO," imbuh dokter yang juga penulis dan selebgram ini.

Pemenuhan nutrisi yang cukup saat periode emas atau 1.000 hari pertama kehidupan ini, selain mencegah stunting juga bermanfaat untuk pertumbuhan otak, tubuh, dan metabolisme. (nur/jay)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia