Senin, 10 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

UMK Sidoarjo Diprediksi Naik 8 Persen

20 Oktober 2018, 00: 10: 59 WIB | editor : Lambertus Hurek

Apindo Sidoarjo menyampaikan pernyataan tentang UMK.

Apindo Sidoarjo menyampaikan pernyataan tentang UMK. (DOK)

Rencana kenaikan upah minimum kabupaten (UMK) Sidoarjo tahun depan mulai dibahas. Pemerintah pusat sudah menetapkan persentase kenaikan UMK. Yakni mencapai 8,09 persen. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Arif Makin mengatakan, kenaikan UMK tersebut masih dihitung. Nilai UMK Sidoarjo saat ini Rp 3.577.428,68. Dengan adanya penambahan 8,09 persen, nilainya menjadi Rp 3.866.428,68.

Persentase nilai UMK tahun depan susah berdasarkan hasil perhitungan yang ada dalam Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015. Dalam regulasi tersebut disampaikan, besaran UMK berdasarkan tingkat pertumbuhan ekonomi dan laju inflasi.

Untuk memastikan persentase UMK, Disnaker Sidoarjo saat ini membentuk sebuah tim. Tugasnya mensurvei kebutuhan hidup layak (KHL) di Sidoarjo. Tim itu akan turun di sejumlah pasar besar. Seperti Pasar Krian, Pasar Baru Porong, Pasar Taman, serta Pasar Larangan.

Arif menyebutkan, dalam survei itu tim akan menanyakan harga kebutuhan pokok. Seperti beras, gula, minyak goreng, serta lauk-pauk. Harga BBM juga dihitung. 

Setelah itu, pihaknya akan mengundang dewan pengupahan. Hasil survei yang sudah didapatkan dirapatkan. Hasil rapat disampaikan ke Gubernur Jatim Soekarwo untuk mendapatkan persetujuan. Paling lambat sebelum akhir tahun.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sidoarjo Sukiyanto mengatakan, kenaikan UMK saat ini masih dirapatkan. Dia berharap persentase penambahan upah pekerja itu tidak memberatkan pengusaha. "Nilai UMK harus dihitung berdasarkan PP Nomor 78 Tahun 2015," tegasnya. (nis/rek)

(sb/nis/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia