Kamis, 22 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Kedonyan Harta Suami, Pesangon pun Dibawa Kabur

Jumat, 19 Oct 2018 11:17 | editor : Wijayanto

ilustrasi

ilustrasi (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Habis manis sepah dibuang. Setelah berhasil mengeruk kekayaan suami, Karin, 38, kabur. Melarikan diri bersama pesangon Donwori, 40, suaminya yang nilainya ratusan juta. 

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Agaknya Karin merupakan tipikal perempuan yang pintar berinvestasi. Gaji suami selama bertahun-tahun bekerja,  digunakan untuk beli rumah baru, kendaraan, perhiasan, dan perabot mahal. Namun sayangnya, setelah semuanya didapat, Karin malah kabur dengan semua kekayaan itu. "Habis semua. Bahkan rumah yang kami tinggali belasan tahun, dia jual tanpa sepengetahuanku. Buat nomboki rumah barunya itu," keluh Donwori saat berada di ruang konsultasi pengacara dekat Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya.

Meski berusaha tegar, nampak sekali gurat kesedihan di wajah pria 40 tahun itu. Bagaimana tidak. Cintanya selama puluhan tahun dengan tulus ikhlas pada Karin, dibalas dengan pengkhianatan. Bahkan, bak petir yang datang tak terduga, gugatan itu juga datang tanpa  disangka. 

Suatu saat, tanpa ada angin tanpa hujan, Karin meminta Donwori untuk berhenti dari kerjaannya. "Wes, Mas, sampeyan pensiun dini wae. Arep golek opo maneh? Semua wes ada. Ayo buka usaha sendiri saja," lanjut Donwori menirukan ucapan istrinya saat itu. 

Karena pintar sekali Karin membujuk, akhirnya Donwori pun menuruti kemauan istri. Keluarlah Donwori dari perusahaannya dengan pesangon yang jumlahnya lumayan. Ratusan juta. Maklum, Donwori sudah mengabdi di perusahaan itu hampir dua puluh tahun.

Bedebahnya, setelah uang pesangon itu dikantongi istrinya, Karin kabur entah ke mana. Membawa satu anaknya yang paling kecil. Sementara anak pertama yang butuh biaya gede untuk masuk kuliah,  ditinggal dengan bapaknya. Tak cukup di situ, bahkan saat pergi, Karin masih memberikan kejutan pahit pula. "Ya aku saiki gak punya rumah ini. Sertifikat sudah dia jual. Semua atas namanya. Hadoooh," sambat Donwori lagi. 

Kekurangajaran Karin ini, Donwori duga karena pergaulan istrinya. Sudah setahun belakangan Karin bergaul dengan teman-teman sosialitanya. Yang dikit-dikit nongkrong, dikit-dikit arisan, dikit-dikit belanja itu. Lingkup sosialnya inilah yang diduga kuat membuat Karin jadi kedonyan (gila harta, Red).

Disakiti istrinya seperti itu membuat Donwori makin rendah diri. Ia berkali-kali membanding-bandingkan dirinya dengan pria lain yang lebih tampan dan mapan. "Memang fisikku sama istri jomplang. Dia seksi, singset, cantik. Aku cuma kayak gombal lusuh. Ya mungkin dia mau cari yang lebih oke," ungkap Donwori dengan pesimis. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia