Sabtu, 14 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Features Surabaya

Duduk Diam 1 Jam, Khofifah jadi Objek Lukisan 140 Pelukis

19 Oktober 2018, 10: 44: 44 WIB | editor : Wijayanto

POINT OF VIEW: Khofifah ketika menjadi model lukisan di arena PSLI 2018.

POINT OF VIEW: Khofifah ketika menjadi model lukisan di arena PSLI 2018. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa menjadi objek lukisan saat berkunjung di Pasar Seni Lukis Indonesia 2018 di Jatim Expo, Kamis (18/10) malam. Selama satu jam, ia duduk di sebuah kursi menghadap sekitar 140-an pelukis. Di sampingnya, disediakan meja kecil lengkap dengan air putih dan kopi.

Saat itu, Khofifah mengenakan busana dan kerudung berwarna pink, dengan bawahan rok bermotif batik dan sepatu hitam. Ia mengumbar senyum khasnya.

Menariknya, tak seperti metode melukis zaman dahulu dimana objek lukisnya harus diam, sesekali, Khofifah berbicara dengan Ketua PSLI, M Anis, yang duduk bersila di sampingnya. Ia juga tampak mengambil gelasnya beberapa kali untuk minum.

Sebelum memulai melukis, para seniman ini mengambil gambar Khofifah dengan handphone masing-masing sesuai angle yang akan mereka gunakan untuk melukis.

Lalu para seniman ini mulai melukis, mencontoh tangkapan kamera handphone masing-masing. Meski begitu, tetap masih banyak yang mengacu pada bentuk real Khofifah di hadapannya.

Meski melukis dnegan gaya masing-masing, hampir keseluruhan pelukis ini hanya melukis bagian wajah mantan menteri sosial itu.

"Waktu satu jam untuk membuat lukisan realis sebenarnya agak susah (tidak cukup, Red). Jadinya banyak dari kita yang menggunakan aliran naturalis. Apalagi bu Khofifah punya feature wajah khas dengan senyum dan bentuk pipinya," kata pelukis asal Surabaya,Yos Wibowo.

Usai merampungkan lukisannya selama kurang lebih 45 menit, para seniman itu kemudian satu per satu mendatangi gubernur kelahiran Surabaya itu untuk menunjukkan karya sekaligus berfoto bersama.

"Wah bagus sekali, terimakasih,” kata Khofifah berkali-kali saat melihat hasil akhir lukisan dirinya.

Meski menjadi model dan duduk diam selama satu jam, ia mengaku sangat rileks dan enjoy. "Karena disiapkan secara fleksibel, jadi gak merasa jadi model, disediain kopi, minum, diajak ngomong juga," ujarnya. (is/jay)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia