Senin, 10 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Rumusan UMP Jatim Selesai Akhir Oktober

19 Oktober 2018, 06: 20: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

ilustrasi

ilustrasi (net)

SURABAYA - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur akhirnya merumuskan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2019 setelah sempat menunggu surat resmi tentang kenaikan inflasi dari pemerintah pusat. “Saat ini UMP sudah diproses dan sudah kita simulasikan ke Gubernur mengenai kenaikan sesuai dengan inflasi sebesar 8,03 persen,” kata Kepala Disnakertrans Jatim Himawan Estu Bagijo kepada Radar Surabaya, Kamis (18/10).

Himawan mengatakan, perhitungannya adalah UMP tahun lalu dikali kenaikan inflasi UMP. Menurutnya, setelah kenaikan ketemu, maka hasil tersebut nantinya akan ditambahkan. “Dan saat ini sudah masuk ke Biro Kesejahteraan Sosial (Kesos). Nanti akan dibahas dengan Biro Kesos dan dewan pengupahan Jatim agar draft UMP bisa segera dibuat,” jelasnya. 

Setelah itu lanjut Himawan, proses selanjutnya akan diajukan ke sekretaris daerah, baru setelah itu gubernur. Ia mentargetkan akhir Oktober selesai. “Karena UMP menjadi standar minimal bagi pengumuman di semua ring.  Jadi tidak boleh UMP lebih rendah dibawah upah minimum kabupaten/kota (UMK),” ujarnya.

Kalau untuk UMK, menurut Himawan, Gubernur saat ini menunggu usulan dari dewan pengupahan kabupaten/kota yang nanti ditandatangani oleh bupati/wali kota untuk diajukan kepada Gubernur melalui Disnaker. “Tugas bupati/wali kota mendorong stakeholder di wilayahnya, khususnya dewan pengupahan untuk membahas UMK sesuai besaran kenaikan inflasi yang ditetapkan oleh pemerintah pusat,” katanya.

Setelah usulan tersebut masuk ke provinsi, maka akan ditabulasi. UMK ada tiga ring, yakni ring satu adalah Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Pasuruan dan Mojokerto. Ring dua Lamongan, Bojonegoro, Tuban, Probolinggo, Malang dan Jember. “Sedangkan ring tiga seperti Pacitan dan Magetan,” imbuhnya.

Himawan berharap usulan UMK akan bisa selesai bulan November. Karena hal tersebut menurutnya akan menjadi dasar bagi perusahaan untuk dianggarkan tahun depan. (mus/nur) 

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia