Senin, 10 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Ditipu, Pembeli Rumah Lapor Polisi

18 Oktober 2018, 09: 25: 20 WIB | editor : Aries Wahyudianto

TERTIPU Calon pembeli rumah Citra Sari Regency merasa tertipu oleh agen perumahan PT Meta Swa Kelola.

TERTIPU Calon pembeli rumah Citra Sari Regency merasa tertipu oleh agen perumahan PT Meta Swa Kelola. (DOK/RADAR GRESIK)

CERME - Sejumlah calon pembeli rumah di Perumahan Citra Sari Regency melapor ke polisi karena merasa ditipu. Mereka ditipu oleh agen properti PT Meta Swa Kelola (MSK) Properti. Penipuan itu terendus, setelah para korban mengangsur cicilan rumah namun rumah yang dikelola Koperasi Keluarga Besar PT Petrokimia Gresik (K3PG) itu tidak kunjung diserahkan.

"Malah yang terjadi, kavlingan rumah lahannya justru  dimiliki oleh orang lain," kata Ratna Pertiwi, warga Jalan Pogot Baru gang I/14 RT 04 RW 06, Kelurahan Tanah Kali, Kecamatan Kedinding, Kota Surabaya.

Ratna bersama sejumlah calon pembeli lainnya  merasa menjadi korban penipuan. Dia menuturkan, selama setahun dia telah mengangsur pembayaran uang muka perumahan Citra Sari Regency. Total yang dibayarkan mencapai Rp 41,5 juta. Namun, hingga uang muka lunas, dia tidak bisa menempati rumah yang dia beli.

“Saat coba mengkonfirmasi hal ini ke K3PG, sebagai pemilik proyek perumahan ternyata dijawab jika rumah yang saya beli telah dimiliki oleh orang lain,” ujarnya.

Merasa dirinya menjadi korban penipuan, Ratna mengurungkan niatnya untuk membeli rumah di Perumahan Citra Sari Regency. Apesnya, dana yang sudah dia setorkan ke MSK Properti ternyata tidak bisa kembali. Alasannya, pembayaran sudah terlanjur di proses.

“Saya melihat PT MSK Properti tidak ada itikad baik. Disamping itu seluruh karyawannya tidak bisa dihubungi. Maka jalan terakhir yang saya terpaksa melapor ke polisi,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Pengurus K3PG, Solekhan membenarkan adanya kasus tersebut. Bahkan pihaknya mengaku sudah ada beberapa pegawai perumahan yang dipanggil polres Gresik untuk memberikan keterangan perihal kasus ini.

“Kami sampaikan bahwa hingga detik ini kami tidak pernah bekerjasama dengan PT MSK Properti. Jadi kami tidak tahu apa-apa mengenai kasus ini,” ujarnya.

Namun demikian, dia tidak menampik bahwa beberapa kali pihak PT MSK Properti ingin menjalin kerjasama dengan K3PG, meski rencana itu belum bisa diwujudkan akibat PT MSK Properti tidak bisa menunjukkan legalitasnya sebagai perusahaan yang berdomisili di Gresik.

“Beberapa kali kami mengatakan kepada PT MSK Properti, kalau mau kerjasama harus punya akte pendirian perusahaan, domisili sesuai tanda daftar perusahaan dan NPWP. Namun hingga saat ini mereka belum bisa menunjukkan pada kami sehingga kami tidak bisa melepaskan lahan,” jelasnya.

Solekhan juga mengungkapkan, PT MSK Properti juga sempat mengirim uang melalui transfer bank senilai Rp 20 juta. Namun uang tersebut tidak jelas peruntukannya untuk apa. “Kami sudah beberapa kali mencoba mengembalikan uang yang mereka transfer namun kantornya yang berada di Sidoarjo sudah tutup dan tidak beroprasi,” tegasnya.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis pimpinan PT MSK Properti, Eka Candra Febianto belum bisa dimintai keterangan. Beberapa kali dihubungi nomer teleponnya sudah tidak aktif.(fir/ris)

(sb/fir/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia