Senin, 10 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Gandakan Uang Gaib, Gus Akbar Mengaku Dibantu Jin Lapindo

18 Oktober 2018, 06: 45: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

Penipuan : Kasubdit III Jatanras AKBP Leonard Sinambela (kiri) memberi keterangan pers. Berdiri disebelah kanannya,  tersangka Fakrul Akbar.

Penipuan : Kasubdit III Jatanras AKBP Leonard Sinambela (kiri) memberi keterangan pers. Berdiri disebelah kanannya, tersangka Fakrul Akbar. (M Mahrus/Radar Surabaya)

SURABAYA - Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim membongkar kasus penipuan dan penggelapan dengan modus penggandaan uang.  Pelakunya, Fakrul Akbar, 22, warga Dusun Tempel RT 06 RW 01, Legok, Gempol Pasuruan.  Sedangkan korbannya,  Ma'arif, 63, warga Dusun Krajan Tambaksari, Keraton Pasuruan, Wiyanto, 36, warga Dusun Bendungan, Trompo Asri, Jabon Sidoarjo, Solikun, 51, warga Dusun Karangpakis, Dukus Dari, Jabon, dan Pujiono, 54, warga Jalan Japanan Gempol Pasuruan. Para korban telah menyetor puluhan juta rupiah, nanum yang diterima hanyalah uang mainan yang dibeli pelaku dari Pasar Porong. 

Informasi yang dihimpun Radar Surabaya, aksi penipuan dengan penggelapan itu dilakukan tersangka sudah empat tahun belakangan ini. Awalnya, pelaku memang bisa mengobati seseorang yang sakit layaknya dukun. Bahkan pelaku kesehariannya juga mendapat panggilan sebagaimana seoarang anak kiai, Gus Akbar.  "Sebelumnya pelaku bisa mengobati penyakit-penyakit, yang dikeluhkan warga," kata Wadireskrimum Polda Jatim AKBP Juda Nusa Putra Rabu (17/10). 

Pengobatan itu dilakukan pelaku dengan bantuan jin atau perewangannya. Seiring berjalannya waktu, hal itu dimanfaatkan pelaku untuk berbuat kejahatan dengan melakukan penipuan. "Pelaku membujuk korban dan mengaku bisa menggandakan uang hingga milliaran," sambung dia. 

Mendapatkan iming-iming itu korban tertarik. Kemudian, pelaku mendatangi rumah Solihun. Di sana, pelaku melakukan ritual bersama korban. Syaratnya, korban diminta setor uang minimal Rp 5 juta. Dari nilai tersebut, pelaku menjanjikan bisa menggandakan hingga Rp 500 juta. Tidak hanya dilakukan di rumah korban, pelaku juga pernah mengajak para korbannya untuk melakukan ritual di Pantai Selatan tepatnya di Balekambang. Selepas ritual korban  diminta untuk membeli minyak apel jin dan kembang Jodoh atau kembang kantil, harganya mulai Rp 13 juta sampai 20 juta. Salah satu korban juga sudah menyetor uang senilai Rp 22, 5 juta hingga ada yang ratusan juta.    "Saat proses penggandaan uang dilakukan di ruang gelap, para korban disuruh memejamkan mata dan membaca doa-doa," terang polisi dengan dua melati di pundak itu.

 Selanjutnya, korban yang sudah disirep disuruh membuka mata dan mengecek keaslian uang. Setelah korban percaya kemudian uang itu dimasukkan ke dalam kardus. Namun uang tersebut sudah diganti menggunakan uang mainan.  "Pelaku meminta  korban tidak  membuka kardus sebelum ada perintah," bebernya. 

Terbongkarnya kasus ini, bermula munculnya kecurigaan korban setelah 10 hari dari ritual, uang yang di dalam kardus ternyata tidak bertambah. Sebelumnya menurut penjelasan pelaku, uang itu akan bertambah dengan sendirinya jika didiamkan. Mirisnya saat kardus dibuka, ternyata berisi uang mainan. Merasa ditipu korban lalu melaporkan kasus penipuan itu ke polisi. 

Pelaku menjelaskan praktek penggandaan uang itu dengan bantuan jin. Selain itu syaratnya mengenakan baju Koko yang ada sakunya di sebelah kiri. Selanjutnya minyak yang sudah dibeli akan dioles-oleskan. Lalu kemudian dia memulai ritual dan menunjukkan uang keluar dari dalam sakunya.  Sementara minyak yang dibeli korban itu diminum pelaku dan diberikan ke jin sebagai minuman. "Saya gunakan uang mainan itu, sehingga saat dilihat korban uang itu seperti asli," ucap tersangka Fakrul sambil mempraktekkan proses penggandan.

Fakrul mengaku dia membeli uang mainan itu di kawasan Krembung, Porong. Per balnya dibeli dengan harga Rp 400 ribu. "Saya beli 10 bal dengan harga Rp 2 juta," terangnya.

Fakrul mengatakan  uang hasil penipuan milik korban digunakan untuk membeli motor, mobil dan berfoya-foya. Menariknya, saat ditanyai wartawan tersangka mengaku mendapatkan bantuan jin dari kawasan Lapindo, Porong, Sidoarjo. (rus/rtn)

(sb/rus/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia