Kamis, 22 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya
Penyelundupan Sabu 1,175 kilo

Barang Bukti Terlajur Dimuskahkan, WNA Vietnam Ngotot Bukan Pemilik

Kamis, 18 Oct 2018 08:20 | editor : Abdul Rozack

Tertunduk : Nguyen Thi Thanh He hendak memasuki ruang sidang di PN Surabaya.

Tertunduk : Nguyen Thi Thanh He hendak memasuki ruang sidang di PN Surabaya. (YUAN ABADI / RADAR SURABAYA)

SURABAYA –  Proses persidangan kasus penyelundupan sabu-sabu (SS) asal Vietnam menyita perhatian. Tidak saja karena kuantitasnya yang mencapai  1,175 kilo,  terdakwa Nguyen Thi Thanh He ngotot tak mengakui SS itu miliknya. Apalagi dalam sidang sebelumnya muncul fakta barang bukti (BB) SS tersebut telah dimusnahkan. 

Inilah yang kemudian membuat majelis hakim memita Jaksa Penuntut Umum (JPU), Nur Rachman menghadirkan dua saksi dari Petugas Bea Cukai Bandara Sidoarjo . Mereka, Seksi Penindakan dan Penyidikan Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Juanda, Alan Marton dan Andi Suhartono. Di depan hakim, meraka mengatakan, pada bulan 19 Maret 2018 bertempat di Terminal kedatangan Internasional Bandara Juanda Surabaya di Jalan Bandara Juanda mencurigai adanya barang bawaan penumpang. Hal itu diketahui berdasarkan mesin X-rai bandara. Setelah dicek, koper tersebut milik terdakwa.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, serbuk kristal berwarna putih yang ditemukan di dinding Troli warna hitam milik terdakwa," ujar saksi Andi Suhartono, Rabu (17/10)

Andi mengatakan barang yang diduga SS tersebut ditaruh di dinding koper pada bagian dalam dinding koper. Setelah saksi mengetahui narkotika yang diduga SS tersebut, pihak bea cukai lantas melaporkanya ke Ditresnarkoba Mapolda Jatim. Hasil uji dengan alat Narcotest Kit memastikan mengandung methamphetamin 60%.  

Menanggapi keterangan saksi, terdakwa Nguyen Thi Thanh He melalui penterjemah bahasa Vietnam, Trisnawan membenarkan keterangan saksi. Akan tetapi terdakwa mengaku tak tahu menahu adanya sabu di dalam kopernya. "Benar itu koper saya. Tapi saya tidak tahu sabu-sabu tersebut" ujar penterjemah bahasa Vietnam Trisnawan

Di luar persidangan, penasehat hukum terdakwa Fran Lufti Rachman mengatakan jika keterangan saksi dari petugas bea cukai masih belum cukup. Dalam perkara ini, Lufti mengaku perlu saksi lain untuk diperiksa dipersidangan.  "Menurut klien kami, ya sementara (keterangan saksi) di iyakan. Tapi kami masih perlu saksi lain untuk diperiksa" ujarnya.

Menurut keterangan klienya, bahwa terdakwa pada saat itu hendak berlibur ke Indonesia untuk mencari contoh baju. Oleh agen tiket di Vietnam terdakwa disarankan untuk ke Indonesia, karena di Indonesia model bajunya bagus. " Karena tasnya jelek, tas itu dibelikanlah oleh tiketing itu, berangkatlah kesini, tidak tahu kalau didalamnya ada sabu-sabu satu kilo itu" ujar penasehat hukum terdakwa Fran Lufti Rachman 

Terdakwa masih sama seperti sidang sebelumnya. Tetap mengelak memiliki SS itu. Padahal SS itu berada di dalam kopernya. (yua/rtn)

(sb/yua/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia