Sabtu, 15 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Events Surabaya

80 Pelukis Tuangkan Keindahan Dermaga Tanjung Perak di Kanvas

17 Oktober 2018, 08: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

TELATEN: Para pelukis saat mengikuti lukis on the spot di Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Selasa (16/10).

TELATEN: Para pelukis saat mengikuti lukis on the spot di Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Selasa (16/10). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Dermaga Tanjung Perak Surabaya salah satu tempat bersejarah di Kota Pahlawan.  Mengabadikan kehidupan Tanjung Perak di kanvas,  menjadi kesenangan tersendiri, khususnya bagi para pelukis.

Gatra/Wartawan Radar Surabaya

Inilah yang membuat 80 pelukis dari berbagai daerah di Jawa Timur dan Indonesia memenuhi Surabaya North Quay (SNQ) Dermaga Tanjung Perak, Surabaya. Mereka tergabung dalam komunitas Pasar Seni Lukis Indonesia (PSLI).  

Karena memiliki aliran dan ciri khas yang berbeda, puluhan pelukis ini menuangkan ide mereka di atas kanvas dengan objek dan teknik berbeda pula. Ada yang menggambar barisan kapal yang sedang bersandar dengan latar belakang lautan luas, ada yang mengabadikan gagahnya menara pantau, ada pula yang melukiskan keindahan detail kapal yang bersandar. Setiap hasil lukisan menggambarkan sudut pandang dan ciri khas masing-masing pelukis.

Ketua PSLI Muhammad Anis menuturkan, tidak ada tema khusus di kegiatan tersebut. Seluruh pelukis dibebaskan untuk menangkap estetika Demaga Tanjung Perak Surabaya. “Sebagian besar mereka berasal dari daerah dan belum pernah mengunjungi tempat ini (Dermaga tanjung Perak). Mereka sangat antusias, hasil karya mereka juga tak kalah indah dengan objek dan teknik yang berbeda. Satu lokasi bisa menghasilkan puluhan karya indah yang berbeda-beda,” tuturnya, Selasa (16/10).

Salah satu seniman lukis, Abdul Basit mengatakan, dirinya sedikit kecewa. Alasannya, momen untuk melukis dirasa kurang pas. Namun dirinya tetap antusias melukis memanfaatkan momen dan pemandangan indah yang terhampar di depannya. “Rencananya mau gambar sunrise (matahari terbit, Red) dan sunset (matahari terbenam, Red),” ungkap pria asli Bandung tersebut.

Meskipun begitu, Abdul tidak terlalu kecewa. Karena mengunjungi SNQ Dermaga Tanjung Perak merupakan pengalaman pertamanya. Pemandangan laut dan kapal-kapal di sekitar dermaga sedikit mengobati rasa kecewa Abdul. Dirinya pun menuangkan pemandangan tersebut menjadi lukisan. 

“Saya tak ingin melewatkan pemandangan indah yang memberi saya inspirasi, walaupun momennya tidak seperti harapan saya, tapi ini (pemandangan) begitu luar biasa,” pungkasnya. (tra/nur/rtn)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia