Selasa, 16 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Dibekuk, Jambret yang Menewaskan Korbannya, 2 Tahun Sembunyi di Ponpes

16 Oktober 2018, 23: 06: 06 WIB | editor : Abdul Rozack

DITAHAN: Tersangka Edi Santoso diapit Tim Anti Bandit Polsek Tenggilis Mejoyo.

DITAHAN: Tersangka Edi Santoso diapit Tim Anti Bandit Polsek Tenggilis Mejoyo. (M Mahrus/Radar Surabaya)

Share this      

SURABAYA –  Pelaku penjambretan maut di Jalan Raya Rungkut Industri tertangkap.  Aksi penjembretan di Jalan Raya Rungkut Industri yang dilakukan Edi terakhir kali telah menyebabkan Nur Sakinah, 24, warga Jalan Tenggilis Mulya I, tewas. Korban tabrak trotoar saat mengejar pelaku. Saat beraksi Edi bersama  Abdul Rohman, 35. Namun seketika Abdul Rohman tertangkap bahkan sempat dimassa. 

Edi sendiri berhasil kabur ke Madura. Pada Minggu (14/10) sekitar pukul 14.00, polisi mendapatkan informasi Edi pulang ke rumah orangnya. Tak mau kehilangan buruan, Tim Anti Bandit Polsek Tenggilis Mejoyo langsung menuju rumah tersangka dan melakukan penangkapan.

Kanit Reskrim Polsek Tenggilis Mejoyo AKP Puguh Sudaryono menjelaskan, sebelum ditangkap, selama dua tahun tersangka sembunyi di Pulau Madura."Selama di Bangkalan, tersangka mengaku sembunyi di salah satu pondok pesantren," sambungnya. 

Perwira pertama dengan tiga balok kuning di pundak itu menuturkan Edi sadar telah menjadi  buronan polisi. Selama dua tahun lebih tersangka tak berani pulang ke Surabaya. 

Sementara itu, Edi mengaku masih baru menjadi pejambret. Sasarannya wanita yang membawa tas.  "Hanya tiga kali, saya menjambret," ucap Edi Santoso sambil menyesal. 

Dia mengaku nekat menjambret lantaran butuh uang. Sebab, saat itu dia belum bekerja alias masih pengganguran. Atas ulahnya saat ini tersangka dijerat pasal 365 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan. (rus/rtn/rud)

(sb/rus/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia