Senin, 10 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Yel-yel 2019 Ganti Presiden oleh Pramuka Membuat Gus Ipul Geram

16 Oktober 2018, 08: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

Ancam Bekukan : Ketua Gerakan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Timur, Saifullah Yusuf menunjukkan video yang telah menarik Pramuka ke ranah politi

Ancam Bekukan : Ketua Gerakan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Timur, Saifullah Yusuf menunjukkan video yang telah menarik Pramuka ke ranah politik. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Video berdurasi 35 detik yang menampilkan puluhan Pramuka menyerukan yel-yel 2019 ganti Presiden, membuat geram Ketua Gerakan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Timur, Saifullah Yusuf. Pria yang akrab disapa Gus Ipul ini protes keras terhadap politisasi gerakan Pramuka. “Kepada siapa saja yang terkait dengan video tersebut harus bertanggung jawab dan meminta maaf pada organisasi Pramuka dan masyarakat. Selain itu harus menarik video tersebut,” tutur Gus Ipul di kantor Pramuka Kwarda Jawa Timur di Jalan Raya Kertajaya Indah Timur, Surabaya, Senin (15/10).

Ia mengaku belum mengetahui lokasi pembuatan video tersebut. Lebih lanjut Wakil Gubernur dua periode ini meminta kepada Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Budi Waseso untuk mengambil langkah hukum dan bertindak cepat agar kejadian serupa tidak berulang. “Saya khawatir jika tidak segera disikapi maka akan ditiru oleh gugus depan (Gudep) yang lain yang bisa mengeluarkan pernyataan berbeda antar Gudep,” katanya. 

Menurut Gus Ipul, organisasi gerakan pramuka tidak boleh memasuki politik praktis kecuali mengatasnamakan pribadi bukan organisasi pramuka. Sementara itu Wakil Kwarda Pramuka Jatim, Purwadi mengatakan gerakan pramuka adalah organisasi pendidikan. Menurutnya siapapun tidak boleh menarik gerakan pramuka ke politik praktis. “Karena kita menyiapkan kader bangsa sesuai dengan Pancasila,” ujarnya. (mus/rtn)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia