Rabu, 12 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Jambret Spesialis Emak Tajir, Tabrak Mobil Rampas HP Dokter

09 Oktober 2018, 15: 01: 25 WIB | editor : Wijayanto

TERIMA KASIH : Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran (kiri) mengembalikan HP dr Esthy Yuliana, 36, (berjilbab) disaksikan oleh tersangka, Abdul Ghofur (baju tahanan merah).

TERIMA KASIH : Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran (kiri) mengembalikan HP dr Esthy Yuliana, 36, (berjilbab) disaksikan oleh tersangka, Abdul Ghofur (baju tahanan merah). (Suryanto/Radar Surabaya)

Meski pernah dipenjara, Abdul Ghofur ,38, tetap saja tidak jera dan tetap melakukan perampasan. Modus yang dijalankannya memang berbeda dengan pelaku lainnya, dia menyasar korban kelas menengah atas.

Yuan Abadi/Wartawan Radar Surabaya

Sebelum ditangkap, pria yang tinggal di Jalan Kedung Cowek Gang II nomor 8 Surabaya ini merampas Handphone (HP) milik seorang dokter di Jalan Perapen Indah, pada Sabtu (6/10).  Korban, Esthy Yuliana,36, warga Jalan Jemur Regency Blok E 1, Surabaya  melaporkan menjadi korban perampasan ke Polsek Tenggilis Mejoyo.

Pelaku perampasan beraksi sendirian. Dia awalnya mengendarai sepeda motor dan berkeliling ke sejumlah kawasan Surabaya untuk mencari target. Sasarannya pengendara mobil perempuan.

“Tersangka memilih mobil yang kacanya terang. Hal itu untuk memastikan jika pengemudinya perempuan dan sendirian,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran, Senin (8/10).

Setelah korban dibuntuti, Ghofur lantas menabrakkan motornya ke mobil korban. Hal ini membuat mobil korban berhenti. Kemudian, Ghofur ini menemui korban dan memintannya untuk turun dengan alasan minta ganti rugi lantaran korban dituduh ngerem mendadak. 

Setelah berbicara panjang lebar, tersangka meminta korban untuk menghubungi keluarga atau suaminya. “Kemudian korban mengambil HP dan mencoba mengikuti saran tersangka. Saat itulah, tersangka merampas HP korban lalu kabur,” terangnya.

Dari hasil pemeriksaan, aksi Ghofur rupanya tak dilakukan sekali. Dia sudah beraksi sepuluh kali di lokasi yang berbeda. Modus dan sasaran korbannya sama. Ghofur sudah tercatat pernah masuk penjara dalam kasus yang sama. Dia ditangkap pada tahun 2016 dan divonis 7 bulan penjara.

“Pelaku selalu beraksi di pagi hari, tepatnya saat korbannya pergi bekerja. Selain itu, pagi hari merupakan waktu yang tepat bagi tersangka lantaran ia sekalian mengantarkan anaknya ke sekolah,” tandas Sudamiran.

Sementara itu, kepada polisi, Ghofur mengaku jika HP hasil rampasannya biasa ia jual Rp 3 juta hingga Rp 9 juta, tergantung merk dan kondisi HP. Sedangkan uangnya habis ia gunakan untuk berjudi. “Saya ketagihan judi bola online,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam kesempatan release di Mapolrestabes, AKBP Sudamiran juga menyerahkan barang bukti HP kepada dokter spesialis kulit tersebut. Esthy mengaku berterima kasih kepada polisi telah bertindak cepat untuk menangkap korban. “Peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi saya pribadi dan orang lain agar selalu waspada,” kata Esthy. (yua/rtn

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia