Sabtu, 20 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Palang Pintu Telat Nutup, Sekeluarga Satu Mobil Dihantam KA

Ibu Tewas, Ayah dan Anak Luka Parah

Minggu, 07 Oct 2018 02:10 | editor : Wijayanto

RINGSEK: Polisi menunjukkan bangkai mobil Avanza yang rusak dihantam KA Mutiara Timur.

RINGSEK: Polisi menunjukkan bangkai mobil Avanza yang rusak dihantam KA Mutiara Timur. (M Mahrus/Radar Surabaya)

SURABAYA - Peristiwa kecelakaan maut terjadi di perlintasan Kereta Api (KA) Simpang Tiga Jalan Achmad Yani Jalan Margorejo Surabaya Jumat malam (5/10). Kecelakaan melibatkan mobil Toyota Avanza dengan nomor polisi (nopol) L 1928 JV yang disopiri Mohammad Kurjum, 49, dengan berpenumpang Suqiyah Rohmatin, 40, (istri) dan Nadjema Fakira, 11, (anak) warga Masangan Wetan nomor 14 RT 06 RW 02, Sukodono Sidoarjo.

Mobil yang ditumpangi pasangan suami istri (pasutri) dan seorang anak itu ringsek dan tersangkut di besi pembatas jalan, setelah disambar KA Mutiara Timur jurusan Surabaya Banyuwangi. Selain menyambar mobil, satu unit Honda Vario nopol L 5101 NL yang dikendarai M Anas Iqbal, 21, warga Perum Taman Aloha Blok E-1/47, Sidoarjo juga terdampak kecelakaan.

Akibat kecelakaan tersebut, Suqiyah penumpang mobil meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Jatim. Dua orang luka berat Muhammad Kurjum (mengalami dada sesak dan luka tangan kiri) M Anas Iqbal pengendara motor mengalami patah tulang tangan kiri. Untuk anak korban hanya mengalami luka bahu kiri nyeri, pelipis dan pipi kanan lecet. Namun dia sempat shock dan ditenangkan di rumah warga sekitar.

Karis, 40, salah satu penjaga palang pintu KA Pos Margorejo yang sedang berjaga mengatakan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 22.05. Saat itu mobil awalnya melaju dari arah utara menuju ke selatan di Jalan Ahmad Yani. Sesampainya di lokasi, mobil hendak belok kiri. Lalu sopir tetap menerobos palang pintu bagian sisi selatan. Apes, saat itu dari arah utara melaju ke selatan datang KA Mutiara Timur. Kecelakaan pun tak dapat terhindarkan. Mobil warna putih itu terseret sekitar 3 meter, lalu tersangkut pembatas jalan. 

"Tadi palang sudah nutup, tapi pengemudi mobil nerobos, dan langsung ditabrak kereta braak, lalu motor yang berada di samping kanan mobil juga terseret," kata Karis sambil memegangi HandiTalki nya ditemui di lokasi kejadian Jumat malam (5/10). 

Pria yang tinggal di Jalan Dukuh Menanggal VIII, itu menjelaskan setelah tersangkut beberapa warga dan pengguna jalan lantas mengevakuasi pengemudi dan penumpang mobil yang terjepit, serta pengendara motor. Tiga orang korban yang mengalami luka berat kemudian dievakuasi menuju ke RS Bhayangkara. Sementara anak korban, yang saat itu menangis dan memanggil nama ibunya lantas ditenangkan warga.

Selepas menyambar mobil, lokomotif KA Mutiara Timur juga sempat terhenti selama kurang lebih 15 menit. Setelah dipastikan aman, KA Mutiara Timur kembali melaju ke arah Sidoarjo untuk melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi.

Hal senada juga disampaikan Bambang Sutijanto, 60, yang saat itu bertugas bersama Karis. Dia mengatakan jika kecelakaan terjadi karena pengemudi mobil lalai. "Nggak telat, paling mobil yang menerobos," ucap pria asal Taman Surya Agung K-2, Wage Taman Sidoarjo itu.

Masih di sekitar lokasi kejadian, keterangan berbeda disampaikan Repto Srisroyo, 23, salah satu saksi dari pengguna jalan yang saat kejadian berada di sekitar lokasi. Saat itu menurutnya, palang pintu KA belum menutup penuh. Sehingga mobil berbelok ke kiri dan melintasi perlintasan KA. 

"Palang pintu baru nutup separuh," ucapnya kepada Radar Surabaya. Setelah mobil tertabrak dan terseret ke arah selatan, palang pintu baru menutup penuh perlintasan. 

Terpisah Kanit Laka Satlantas Polrestabes Surabaya AKP Antara mengungkapkan, setelah melakukan olah TKP, meminta keterangan saksi-saksi pihaknya menemukan memang ada kelalaian yang dilakukan penjaga palang pintu kereta. Hal itu juga dikuatkan dari hasil pemeriksaan Closed Circuid Television (CCTV) yang ada di sekitar lokasi dan pengakuan penjaga palang pintu Karis, 40, dan Bambang Sutijanto, 60, .  

"Dari hasil penyelidikan saksi-saksi, dan pemeriksaan CCTV palang pintu tidak menutup saat kereta akan lewat," ujar Antara Sabtu (6/10). 

Dijelaskan, Antara setelah kedua penjaga diamankan dan dimintai keterangan keduanya juga mengakui hal itu. Palang pintu baru menutup setelah tabrakan terjadi. "Keduanya sudah ditetapkan tersangka, dan akan ditahan mulai nanti malam," bebernya.

Mantan Kanit Lantas Polsek Bubutan itu menerangkan, sesuai pengakuan penjaga saat KA hendak melintas tidak ada peringatan baik genta maupun telepon tidak berbunyi. "Termasuk tidak ada cooling HandiTalki (HT)," jelasnya. 

Petugas, lanjut Antara, juga tidak ada upaya. Mereka baru kaget setelah terjadi tabrakan. Pada hal, mereka tidak tidur dan juga tidak mengoperasikan Handphone (HP). Disinggung terkait tidak berfungsinya tanda peringatan itu saat kejadian, apakah nanti pihak KAI akan dipanggil, Antara tidak berkomentar banyak. 

"Sementara data lain masih kita dalami, dan dalam proses penyidikan lebih lanjut," tegasnya. Ditambahkan Antara, akibat kelalaian yang dilakukan dua penjaga itu, mereka akan dikenakan pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan orang meninggal. Dengan ancaman hukumannya maksimal 5 tahun kurungan penjara.

"Untuk ketiga korban masih dirawat di RS Bhayangkara Polda Jatim, barang bukti sudah diamankan terkait kecelakaan," bebernya. 

Antara melanjutkan, pasca peristiwa nahas itu, Sabtu sore (6/10) bersama Dishub Kota Surabaya, Unit Laka Lantas melakukan sosialisasi di sekitar lokasi kejadian. Sosialisasi dilakukan dengan cara memberikan imbauan langsung ke pengendara. Selain itu, polisi juga memasang banner imbauan di perlintasan KA. "Kita mengimbau petugas palang pintu dan pengendara tetap waspada dan berhati-hati saat melewati perlintasan KA," tandasnya. (rus)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia