Sabtu, 20 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Events Surabaya
RW 07 Kelurahan Wonorejo Kecamatan Tegalsari

Ubah Kampung Kriminal Jadi Aman dan Nyaman

Sabtu, 29 Sep 2018 15:34 | editor : Wijayanto

KEBERSAMAAN: Ibu-ibu penggerak lingkungan di RW 07 Wonorejo bersama Ketua RW 07 Goesti Foe Koentjoro (berdiri nomor empat dari kanan) didampingi Sekretaris F-PDIP dari Komisi A, Tri Didik Adiono (berkopiah).

KEBERSAMAAN: Ibu-ibu penggerak lingkungan di RW 07 Wonorejo bersama Ketua RW 07 Goesti Foe Koentjoro (berdiri nomor empat dari kanan) didampingi Sekretaris F-PDIP dari Komisi A, Tri Didik Adiono (berkopiah). (Sanusi/Radar Surabaya)

Surabaya – Ketua RW 07 Wonorejo, Goesti Foe Koentjoro menceritakan bahwa dua tahun lalu saat kali pertama menjabat sebagai ketua RW, dirinya sudah maklum jika wilayahnya mendapat julukan sebagai kampung krimimal alias zona merah.

Pasalnya, kampung Tempel Sukorejo terkenal dalam catatan Polsek Tegalsari sebagai sarangnya narkoba, curanmor, judi burung merpati, dan minum minuman keras (miras). Bahkan tiap akhir pekan, selalu dijumpai warga yang minum miras sampai mabuk di pinggir jalan. Padahal, di wilayahnya banyak anak-anak dan ada sekolah mulai TK sampai SD.

Tak hanya itu, angka curanmor di wilayah ini sangat tinggi. Satu bulan minimal ada dua kejadian curanmor. Bahkan, kata Koentjoro,  ada satu rumah kos yang dalam rentang 10 bulan saja, penghuninya sudah kehilangan 11 motor. “Itulah kenyataan di kampung ini yang memprihatinkan,” kenangnya.

Tapi, lanjut dia, realita itu justru menjadi semangat di RW 07 untuk mengubah sedikit demi sedikit citra kampung kriminal menjadi kampung yang maju, aman dan nyaman.  Beruntung, ada program Kampung Pendidikan-Kampunge Arek Suroboyo (KP-KAS) yang ikut andil menjadikan warga mau berubah.

Berkat program-program pelatihan yang diajarkan oleh pemkot di KP-KAS, warga sedikit demi sedikit berhasil mengubah citranya menjadi kampung yang ramah bagi anak-anak dan aman serta nyaman bagi warga lain.

Sejak 2016, warga dan seluruh RT akhirnya sepakat untuk meningkatkan rasa aman. Keamanan dan pengamanan kampung pun ditingkatkan. Selain warga semangat melakukan penjagaan, juga ada pemasangan portal, CCTV dan petugas linmas yang berjaga di malam hari.

Hasilnya, selama setahun terakhir nol kejadian curanmor. Bahkan untuk julukan kampung narkoba yang dulu pernah dilakukan penggerebekan besar-besaran hingga ada warga yang meninggal, kini sudah bersih. Termasuk judi burung dan minum miras sudah tidak ada.

“Memang begitu berat tantangan untuk mengubah peradaban yang lebih baik. Tapi kunci suksesnya ada tiga: semangat, semangat, dan terus semangat,” tandasnya. (jay)

(sb/jay/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia