Kamis, 18 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Features Surabaya
Cegah Joki, Peserta Wajib Kirim Foto Selfie

Pemohon SKCK Membeludak

Kamis, 20 Sep 2018 06:55 | editor : Abdul Rozack

TERTIB: Salah satu pemohon Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) diambil sidik jari di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polrestabes Sura

TERTIB: Salah satu pemohon Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) diambil sidik jari di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polrestabes Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA –  Animo masyarakat untuk masuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) masih tinggi. Hal itu terlihat dari antrean calon peserta yang mengurus dokumen di sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Polrestabes Surabaya. 

Kedatangan mereka untuk mengajukan permohonan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK). Surat tersebut merupakan salah satu persyaratan untuk pendaftaran CPNS. 

Kasat Intelkam Polrestabes Surabaya, AKBP Benny Pramono mengatakan, kepadatan pemohon pengurusan SKCK untuk mendaftar CPNS mulai seminggu lalu. Namun jumlahnya meningkat sejak dua hari terakhir. Seminggu sebelumnya, jumlah pemohon setiap hari 200 orang. Namun dua hari terakhir jumlahnya meningkat seratus persen yakni sekitar 500-an pemohon. 

"Memang ada peningkatan, kebanyakan yang mengurus SKCK adalah fresh graduate, atau sarjana yang baru lulus menempuh pendidikan," kata AKBP Benny, Rabu (19/9). 

Benny menjelaskan pihaknya sudah mengantisipasi membeludaknya pengurusan SKCK itu. Seperti mendirikan tiga tenda semi permanen di depan kantor. Di tenda itu disediakan kursi khusus yang bisa untuk mengisi formulir. Selain itu, pihaknya juga memperpanjang jam pelayanan.

"Biasanya kami buka dari pukul 08.00 sampai 15.00. Namun karena banyaknya jumlah pemohon, kami buka hingga pukul 17.00," ujar Benny. 

Tak hanya itu, upaya lain untuk mengurangi antrean pemohon juga dilakukan dengan memanfaatkan kantor lama yang ada di gedung balakang. Sehingga antrean juga bisa diarahkan kesana, meski kantor tersebut tak bisa menampung banyak pemohon. Kemudian, pihaknya juga memanfaatkan pelayanan di Bus Suroboyo sobo kampung. Hanya saja, bus ini hanya melayani kawasan yang dituju.

"Kami juga siagakan personel di sentra pelayanan Siola. Namun di tempat ini hahya melayani perpanjangan SKCK saja," tandasnya. 

Sementara itu, salah satu pemohon Fajar Aulia, 21, mengatakan pengajuan SKCK memang ia gunakan untuk mendaftar CPNS. Alumni Unair tersebut mengatakan jika dia ingin mencoba mendaftar sebagai ASN di Jatim. Rencananya setelah mendapatkan SKCK itu dirinya akan segera mendaftar.

"Persyaratan sudah lengkap tinggal SKCK saja," jelasnya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi  Jawa Timur mengumumkan rekrutmen CPNS 2018 dimulai pada 26 September mendatang. Kuota formasi jabatan yang disediakan sebanyak 2.065 yang terbagi tiga rincian meliputi tenaga guru sebanyak 826 formasi, tenaga kesehatan 797 formasi, dan tenaga teknis 442 formasi. 

Dalam proses pendaftaran kali ini, panitia meminta agar peserta mengirimkan foto selfie menjadi salah satu cara mencegah adanya joki. Pj Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Jumadi  mengatakan pelamar hanya dapat mendaftar pada satu instansi pemerintah dan cuma diperkenankan pada satu formasi jabatan saja. 

“Tak hanya itu, peserta yang sudah dinyatakan lulus, wajib membuat surat pernyataan bersedia mengabdi pada instansi yang bersangkutan dan tidak mengajukan pindah dengan alasan apapun sekurang-kurangnya selama 10 tahun sejak mulai tanggal menjadi calon ASN,” katanya saat memberikan keterangan pers di ruang kerjanya di Kantor Gubernur Jatim Jl. Pahlawan No. 110 Surabaya, Rabu (19/9).

Terkait tata cara pendaftaran, Jumadi mengatakan dokumen persyaratan dapat diunggah melalui laman http://sscn.bkn.go.id yang terdiri dari Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau surat keterangan telah melakukan rekaman kependudukan yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

Persyaratan lain, terdiri dari pas foto dengan latar belakang merah posisi potret rasio 3 X 4,  juga swafoto/selfie dengan membawa kartu informasi akun Sistem Seleksi CPNS Nasional (SSCN) 2018 dan KTP. Tak hanya itu, peserta juga harus meng-upload ijazah asli, transkrip asli, bukti akreditasi program studi pada saat lulus serta surat lamaran ditujukan kepada Gubernur Jatim.

Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian Jatim Anom Surahno menyatakan seluruh kesiapan sudah dilakukan. Salah satunya berkolaborasi dengan BKN dalam menyiapkan sarana computer untuk tempat ujian.

Ia menjelaskan, sebanyak 500 komputer akan ditempatkan di Kantor Regional (Kanreg) BKN dan Gelanggang Remaja 10 November yang juga akan di tempatkan 500 komputer.  

“Untuk mencegah joki adalah menggunakan foto selfie yang dimasukkan dalam salah satu syarat pendaftaran. Jadi pasti ketahuan jika fotonya tidak sama. Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak percaya dengan calo. Kita pastikan tidak ada intervensi dalam pendaftaran,” imbuhnya.

Ia juga menghimbau agar calon ASN tidak terlibat dalam Partai Politik. Anom mengatakan sesuai PP 11 tahun 2017 menyebutkan ASN tidak boleh aktif atau terdaftar sebagai anggota Parpol. “Kalau nantinya ketahuan setelah dicek maka akan kita drop,” pungkasnya.  (yua/mus/rud) 

(sb/yua/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia