Kamis, 18 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

BNNP Jatim Gulung Bandar Narkoba Kakap Antar Kota

Minggu, 16 Sep 2018 10:45 | editor : Abdul Rozack

Tertangkap : Suhendrik Setiawan (duduk) tengah ditanya petugas BNNP Jatim

Tertangkap : Suhendrik Setiawan (duduk) tengah ditanya petugas BNNP Jatim (ISTIMEWA)

SURABAYA  -  Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim menggulung jaringan pengedar narkoba antar kota. Dua orang tersangka dibekuk, Budi Haryono, 35, warga Desa Tugu, Kecamatan rejotani, Tulungagung dan Suhendrik Setiawan, 20, warga Desa Peringi, Kecamatan Watulimo, Kecamatan Trenggalek. Penangkapan ini menyita barang bukti beruba 400 gram sabu-sabu (SS), 200 ribu butir pil LL, dan satu paket ganja.  Disita juga dua unit mobil, timbangan digital, plastik klip serta satu alat hisap sabu. 

Oprasi penangkapan berawal adanya informasi yang diterima BNNP Jatim. Informasi yang diterima ada narkotika jenis sabu dikirim melalui jalur Kediri menuju ke Tulungagung. Petugas  BNNP Jatim langsung menuju ke lokasi yang diduga menjadi tempat transaksi berlangsung. “Kami tempatkan tim untuk memantau lokasi tersebut. Ada tim juga yang bertugas membuntuti,” kata Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Jatim AKBP Wisnu Chandra, kemarin (15/9).

Saat pemantauan di Jalan Mayor Bismo, Kediri ini diketahui sekitar pukul 21.00 ada mobil yang berhenti di pinggir jalan. Kemudian mobil tersebut menurunkan sebuah paket dan meninggalkannya begitu saja. Anggota langsung mendeteksi mobil tersebut beserta ciri-cirinya. 

Petugas masih berada lokasi hingga ada orang yang mengambil paket itu. Tak berselang lama, tersangka Budi mengambil paket tersebut yang diketahui berisi sabu-sabu. “Kami keler tersangka ke rumah pengirim paket tersebut,” tuturnya.

Setelah sampai di rumah tersangka Suhendrik, pihaknya langsung melakukan penggerebekan. Hingga akhirnya ditemukan sabu berserta pil LL dan satu paket ganja. Narkotika itu disimpan di dalam rumah tersangka. Informasi awal, keduanya merupakan jaringan bandar besar. Transaksi keduanya diduga dikendalikan warga binaan lembaga pemasyarakatan (Lapas). “Dugaan sementara mereka dikendalikan oleh napi di Lapas Madiun. Kami serahkan penyelidikan keduanya ke BNNK Kediri untuk proses selanjutnya,” terangnya.(gun/rtn)

(sb/gun/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia