Senin, 18 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Risma Ubah TPA Keputih Jadi Co-Working Space

16 September 2018, 08: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

Caption: Manfaat: Tri Rismaharini, melakukan penanaman pohon di  eks Tempat Pembuangan Akhir (TPA), setelah melaksanakan kegiatan bersama delegasi UCL

Caption: Manfaat: Tri Rismaharini, melakukan penanaman pohon di eks Tempat Pembuangan Akhir (TPA), setelah melaksanakan kegiatan bersama delegasi UCLG ASPAC. (BAEHAQI ALMUTOIF/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini terus berupaya memberikan tempat seluas-luasnya kepada generasi muda yang ingin  mengembangkan usahanya. Terbaru, wali kota perempuan pertama di Surabaya itu bakal mengubah tempat pembuangan akhir (TPA) Keputih menjadi co-working space. 

Rencana tersebut disampaikan Tri Rismaharini di depan delegasi United Cities and Local Government Asia Pacifik ((UCLG ASPAC) saat melakukan penanaman pohon bersama di eks insenerator Taman Harmoni Keputih Surabaya, Sabtu (15/9) pagi. “Bapak ibu sekalian, tempat ini dulunya adalah TPA sampah. Kurang lebih 25 tahun tidak digunakan. Kemudian saya mencoba dengan segala keterbatasan dana, saya mencoba mengubah eks TPA sampah ini menjadi taman kota,” kata Risma. 

Mantan kepala badan perencaan pembangunan kota Surabaya itu melanjutkan, Taman Harmoni ini memiliki luas sekitar 60 hektar. Lokasinya terbagi menjadi dua sisi, yakni barat dan timur. Masing-masing sisi, memiliki luas sekitar 30 hektar. Di kawasan ini, menurutnya, dulunya juga terdapat tempat permukiman yang kumuh, namun kemudian pemkot berinisiatif untuk menjadikan kawasan ini taman dan membangun rumah susun untuk relokasi rumah-rumah warga tersebut. 

Kedepan Tri Rismaharini berencana mengubah bekas eks insenerator tersebut menjadi co-working space. “Kedepannya bekas eks insenerator itu sesuai dengan perencanaan bersama, akan kita jadikan sebagai co-working space,” bebernya.

Rencana itu didasari dengan adanya data bahwa pada tahun 2040 nanti, dunia akan mengalami bonus demografi. Karena itu, Pemkot Surabaya telah menyiapkan berbagai program untuk menghadapi hal tersebut. Salah satunya yakni membangun co-working space, tempat berkumpulnya anak-anak muda kreatif di Surabaya. “Tujuannya agar anak-anak muda bisa memulai usahanya sendiri di co-working space tersebut,” terangnya.

Sejak awal ia menjabat sebagai Wali Kota Surabaya, ia mengaku terus berupaya mengurangi tumpukan sampah di TPA. Salah satunya yakni, dengan mengajak warga untuk ikut berpartisipasi bersama pemerintah kota, dalam mengolah limbah sampah menjadi barang yang lebih bermanfaat. “Kalau hanya pemerintah yang mengelolah itu sangat besar biayanya. Maka dari itu, saya buat rumah-rumah kompos. Tujuannya, pertama untuk menekan biaya bahan bakar, dan kedua menciptakan masyarakat peduli lingkungan,” tandasnya. (bae/nug)

(sb/bae/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia