Kamis, 18 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Lacurkan Teman, Ikut Layani Threesome

Sabtu, 15 Sep 2018 13:23 | editor : Wijayanto

JAJAKAN TEMAN: Anita Sari (kiri) bersama NR (tengah) yang dilacurkannya saat diamankan di Polrestabes Surabaya

JAJAKAN TEMAN: Anita Sari (kiri) bersama NR (tengah) yang dilacurkannya saat diamankan di Polrestabes Surabaya (Suryanto/Radar Surabaya)

Surabaya - Sukses menjalankan bisnis prostitusi online di Semarang, Anita Sari, 22, mencoba keberuntungan di Surabaya. Namun baru beberapa hari beraksi, perempuan asal Jalan Kokrosono Semarang ini digerebek polisi. Dia ditangkap saat melayani pria hidung belang bersama temannya NR,20, di salah satu hotel di kawasan Tenggilis, Surabaya.

Penangkapan Anita dilakukan pada Kamis (13/9). Dia ditangkap setelah polisi mendapati postingannya di twitter. Isi cuitannya itu, Anita menawarkan NR kepada lelaki hidung belang. Setelah mendapati hal itu, polisi lantas melakukan penyelidikan hingga berhasil mengetahui lokasi Anita. 

"Kami mendapati tersangka berada di hotel di kawasan Surabaya timur. Kami pun segera melakukan penggerebekan," ungkap Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni, Jumat ( 14/9). 

Ruth menjelasakan Anita ditangkap di sebuah kamar bersama dua orang lain. Yakni korban dan pria hidung belang. Rupanya Anita tak hanya menjadi mucikari untuk RN, tetapi juga ikut menjadi pelaku prostitusi tersebut. Yakni ikut bersama DP ikut melayani threesome dengan tamunya.

“Karena anak buahnya hanya RN, jadi ketika ada pelanggan yang ingin layanan threesome, maka tersangka ini juga ikut melayani,” lanjut Ruth.

Ruth menerangkan dalam menjalankan aksinya, Anita memanfaatkan  twitter untuk menawarkan korban. Pertama dia membuat akun twitter sesuai namanya,  Kemudian dengan akun tersebut ia memposting status yang berisikan menawarkan korban kepada pria hidung belang.

“Dalam postingan tersebut, tersangka juga melampirkan foto korban dan juga nomor yang bisa dihubungi,”  jelasnya.

Mantan Panit Reskrim Polsek Wonokromo ini juga mengatakan, jika ada pria yang minat dengan korban, maka komunikasi selanjutnya dilakukan melalui WA. Pelanggan menghubungi Anita untuk keterangan lebih detail, mulai dari tariff hingga layanan yang diberikan.

“Tersangka ini menawarkan korban satu kali kencan. Tarifnya Rp 1,3 juta. Tarif tersebut belum termasuk biaya kamar yang ditanggung oleh pelanggan,” terangnya. 

Karena pelanggan meminta layanan threesome, Anita lantas meminta korban untuk bagi hasil. Pembagiannya setengah dari tarif yang dipatok oleh tersangka. Namun, nantinya uang pembagian milik korban juga akan dikurangi tersangka dengan alasan untuk biaya hidup di Surabaya.

“Tersangka mendapatkan bagian lebih besar, sebab selain menjadi mucikari, ia juga ikut melayani pelanggan. Sebab kebetulan pelanggan menginginkan layanan threesome,” jelasnya.

Kemudian setelah semuanya siap, Anita mengajak NR untuk bertemu pelanggan yang kebetulan sudah menunggu di hotel Surabaya timur. Disanalah, mereka menservice tamnuanya sebelum akhirnya digerebek.

Sementara itu, kepada polisi, Anita mengaku sudah setahun menjadi mucikari untuk NR. Dalam sebulan, dia bisa melayani hingga sepuluh pria hidung belang. Di semarang, Anita sudah cukup dikenal dalam bisnis prostitusi ini. Karena tergiur dengan uang lebih, akhirnya dia terbang ke Surabaya.

"Disini kami cepat memperoleh tamu. Hanya dalam beberapa hari saja kami dapat lima pelanggan. Itupun kami dibayar lebih," ungkap Anita

Dia menjelaskan nekat menjual temannya sendiri lantaran butuh uang untuk kehidupannya. Selain itu, dia juga pernah menjadi korban traffking. Sehingga dia tahu bagaimana kerja menjadi seorang mucikari. Apalagi setelah ia tahu jika menjadi mucikari bisa memperoleh uang secara instan.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, yakni dua lembar bill hotel, kondom,  uang Rp 1 juta, satu unit hp milik tersangka yang digunakan untuk menawarkan korban. (yua/rtn) 

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia