Senin, 24 Sep 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Belajar dari Youtube, Bermodal Tusuk Gigi, Kaya Raya dari Kuras ATM

Kamis, 13 Sep 2018 22:55 | editor : Abdul Rozack

Raup Ratusan Juta : AKBP Sudamiran (kiri) , Supardi menutupi wajahnya dengan kedua tangan. Barang bukti hasil kejahatan (insert)

Raup Ratusan Juta : AKBP Sudamiran (kiri) , Supardi menutupi wajahnya dengan kedua tangan. Barang bukti hasil kejahatan (insert) (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Masyarakat harus waspada ketika hendak mengambil uang di Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Khususnya ketika mulut mesin ATM macet atau ada orang yang mencoba membantu. 

Sebab, bisa jadi itu hanya modus pelaku untuk menguras ATM. Seperti yang dilakukan Supardi,51, warga asal Pariaman, Padang, Sumatera Barat. 

Modus Supardi terungkap setelah Supardi beraksi di dua lokasi di Surabaya. Yakni di Jalan Demak dan Ngagel. Dari dua lokasi tersebut residivis ini berhasil menguras uang milik dua korban senilai Rp 400 juta.

Menurut Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran, modus yang digunakan Supardi tidak berbeda jauh dari pelaku dari pembobol ATM yang sudah ditangkap sebelumnya. Yakni tersangka memasukkan tusuk gigi kedalam card reader atau mulut mesin ATM. 

Agar tusuk gigi masuk lebih dalam dan tidak terlihat, Supandi juga  menggunakan alat berupa gergaji berukuran kecil."Usai memasang tusuk gigi, tersangka lantas keluar sambil menunggu korban datang untuk menarik uang di mesin ATM," lanjut Sudamiran.

Kemudian setelah korban masuk ke dalam minimarket, Supardi terus mengemati gerak-gerik korban. Setelah dirasa sudah tepat, dia lantas masuk dan berpura-pura antre atau ingin menarik uang di ATM tersebut. lalu ketika korban kesulitan memasukkan kartu ATM-nya ke mulut mesin, ia lantas berpura-pura membantu korban. 

"Tersangka mencoba menyakinkan korban bahwa dia bisa mengatasi masalah yang dialami korban," jelasnya.

Setelah korban percaya, Supardi lantas meminta kartu ATM korban untuk dimasukkan ke dalam mesin  ATM. Namun dengan kecepatan tangan tanpa sepengetahuan korban, ia menukar kartu ATM milik korban dengan kartu ATM yang sudah dipersiapkannya dari rumah. Sebab agar kartu ATM-nya bisa masuk dia sengaja mengunting bagian tepi kartu, hanya saja bagian yang digunting adalah bagian depan saja.

"Tujuannya agar kartu ATM tersebut bisa masuk hanya saja tidak sampai penuh. Sehingga kartu tidak terbaca. Hal inilah yang dimanfaatkan tersangka untuk membujuk korban untuk memasukkan PIN," jelasnya.

Kemudian saat korban menekan nomer PIN, tanpa sepengetahuan korban bapak satu anak ini mengamati nomer PIN tersebut. Setelah PIN berhasil didapat, ia  lantas pergi meninggalkan korban yang kebingungan lantaran kartu ATMnya masih di dalam.

"Padahal kartu ATM yang berada di mesin tersebut bukan milik korban melainkan milik tersangka. Sementara setelah berhasil mengatahui PIN tersebut tersangka lantas menguras uang di dalamnya," papar perwira dengan dua melati di pundak ini. 

Sementara itu, kepada polisi Supardi mengaku dia memperhatikan caranya dengan menonton di youtube.  

Selain tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti antara lain 15 kartu ATM bekas, mobil Mercedes Benz hasil kejahatan, motor sarana, sejumlah emas batangan seberat 2 ons, 3 cincin emas senilai Rp 32 juta, 2 gelang emas, satu pak tusuk gigi, dan gergaji kecil sebagai alat pengganjal ATM. (yua/rud)

(sb/yua/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia