Rabu, 26 Sep 2018
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Polisi OTT 2 Pejabat Pemkab

Jumat, 07 Sep 2018 14:55 | editor : Aries Wahyudianto

DIAMANKAN : Dua orang ASN Pemkab Gresik membawa tas berisi uang mengikuti Iptu Agung Joko Hariyono usai OTT di ruang Inspektorat.

DIAMANKAN : Dua orang ASN Pemkab Gresik membawa tas berisi uang mengikuti Iptu Agung Joko Hariyono usai OTT di ruang Inspektorat. (YUDHI/RADAR GRESIK)

KEBOMAS - Dua orang pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Unit Tipikor Satreskrim Polres Gresik. Kedua orang itu berasal dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Inspektorat Kabupaten Gresik.

Sumber di Mapolres Gresik menyebutkan, diamankan polisi karena terlibat pungli oleh pejabat Inspektorat kepada pejabat di Diskoperindag Gresik. Itu terkait temuan Tim Inspektorat atas penggunaan anggaran di Disperindagkop Gresik. Saat diamankan, ada uang Rp 149 juta yang hendak disetorkan.

Dari data yang dihimpun, Tim Saber Pungli Polres Gresik mengendus adanya pungutan liar antara Disperindag dan Inspektorat. Kemudian sekitar pukul 10.00, Rabu pagi, Kanit Tipiter Polres Gresik Iptu Agung Joko Hariyono bersama anggotanya mendatangi Kantor Inspektorat Kabupaten Gresik di lantai 3 Kantor Bupati Gresik.

Di salahsatu ruangan, polisi menemui dua orang sedang berbicara. Keduanya adalah M Kurniawan, salahsatu auditor dari Inspektorat dan M Zed, staf Disperindagkop Gresik. Saat berada di ruangan, polisi mengamankan keduanya dan menyita uang tunai sebesar Rp 149 juta.

"Uang itu disimpan di dalam tas goddy bag motif batik yang ada di meja ruangan inspektorat," jelas sumber di Polres Gresik.

Selanjutnya polisi membawa kedua pegawai Pemkab Gresik ke Mapolres untuk menjalani pemeriksaan. Dalam pemeriksaan, keduanya diminta menjelaskan, terkait pungli senilai Rp 149 juta tersebut. Polisi masih terus mendalami asal usul uang tersebut dan peruntukannya.

Sekitar pukul 20.00, polisi memanggil Kepala Disperindagkop Gresik, Agus Budiono. Dia dipanggil untuk menjelaskan kegiatan staf Disperindagkop M Zed di ruang Inspektorat. "Setelah menjalani pemeriksaan, seluruhnya diperbolehkan pulang Kamis dini haris sekitar pukul 03.00," ujar dia.

Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro saat dikonfirmasi tidak menampik anggotanya mengamankan dua orang pejabat Pemkab Gresik. "Bukan OTT mas, tapi mengamankan saja. Saat ini anggota masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan memeriksa dua orang yang kita amankan di ruang Inspektorat Gresik," kata AKBP Wahyu S Bintoro.

Dikatakan, dalam penyelidikan itu, pihaknya mengamankan uang Rp 149 juta. Uang tersebut masih diselidiki milik siapa dan untuk apa. "Untuk itu kami menyelidikinya. Termasuk nantinya memeriksa Kadisperindagkop dan Kepala Inspektorat Gresik," pungkas kapolres.

Sementara itu Kadisskoperindag Gresik Agus Budiono membantah dirinya diperiksa polisi. Menurutnya, dia hanya dimintai klarifikasi oleh penyidik Polres Gresik, Rabu malam lalu. Dia yakin tidak ada stafnya yang terkena OTT tersebut. “Insya Allah staf saya di Diskoperindag tidak ada yang terkena OTT Polres seperti kabar yang beredar,” ujar Agus Budiono, kemarin.

Diakui, Rabu malam dirinya berada di Polres Gresik. Namun, kedatangannya ke Polres Gresik hanya untuk melakukan klarifikasi terhadap berita OTT terhadap stafnya. “Iya, usai melakukan istighosah di WEP, saya langsung ke Polres untuk melakukan klarifikasi,” ungkap dia. (rof/yud/ris)

(sb/rof/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia