Selasa, 20 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Pembangunan Balai Pemuda Tak Boleh Rusak Cagar Budaya

Jumat, 31 Aug 2018 13:36 | editor : Wijayanto

ON PROGRESS: Sebagian kecil ruas Jalan Gubernur Suryo ikut ditutup terdampak kelanjutan pembangunan proyek pengembangan Balai Pemuda. Pada tahap ketiga ini pembangunan sangat hat-hati agar tidak merusak bangunan cagar budaya.

ON PROGRESS: Sebagian kecil ruas Jalan Gubernur Suryo ikut ditutup terdampak kelanjutan pembangunan proyek pengembangan Balai Pemuda. Pada tahap ketiga ini pembangunan sangat hat-hati agar tidak merusak bangunan cagar budaya. (Suryanto/Radar Surabaya)

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengebut pengerjaan basemen Balai Pemuda tahap tiga. Ditargetkan pembangunannya selesai pada Desember mendatang.

Kepala Bidang Pembangunan Gedung Dinas Prumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman, Cipta Karya dan Tata ruang (DPRKP-CKTR) Iman Krestian mengatakan, saat ini progres pembangunan basemen Balai Pemuda sudah mencapai 50 persen. “Sekarang tahap pengerjaan. Sisi jalan yang berbelok juga kami tutup 1,5 meter. Karena sesuai aturan harus diberi jarak antara pengerjaan dengan jalan raya,” ujar Iman, Kamis (30/8).

Disebutkannya, pembangunan basemen seluas 1.000 meter persegi tersebut sangat berhimpitan dengan gedung cagar budaya Balai Pemuda dan Gedung Merah Putih. Maka pengerjaan dilakukan secara jeli dan ekstra hati-hati. “Kami telah konsultasi dengan tim ITS. Sudah dilakukan kajian,” jelasnya.

Dengan kajian yang telah dilakukan tersebut, Iman optimistis dapat meminimalisir sekecil mungkin adanya retakan pada bangunan di sekitarnya. Pihaknya mengaku, ada tiga cara guna mengantisipasi agar bangunan cagar budaya tersebut tidak mengalami kerusakan., Di antaranya, retaining wall untuk menghindari longsor. Kemudian juga dipasang pondasi dengan sistem injeksi. Cara ini dipilih sebagai upaya meminimalisir dampak yang ditimbulkan pada bangunan di sekitar basement.

“Pengerjaan basemen yang biasanya menggunakan sistem terbuka, kali ini digunakan sistem top down agar lebih aman dan tidak menimbulkan dampak retak-retak,” bebernya.

Direncakan, setelah tahap tiga ini selesai dibangun pada Desember mendatang, selanjutnya pemkot melanjutkan pembangunan tahap keempat. Ini nanti yang akan dilakukan penutupan sebagian ruas jalan Gubernur Suryo dan dialihkan melewati atas bangunan basemen Balai Pemuda. “Rencana sih Februari sudah mulai lanjut tahap empat,” ungkapnya.

Perlu diketahui, grand desain kompleks Balai Pemuda digadang akan menjadi ruang publik yang nyaman. Di mana open space atau ruang terbuka untuk kegiatan masyarakat di bidang seni dan budaya bisa semakin terwadahi. Bahkan digadang juga akan dibangunan amphiteater dan sejumlah fasilitas lain di komplek Balai Pemuda tersebut.

Oleh sebab itu, kebutuhan parkir bawah tanah harus tercukupi lebih dulu agar tidak mengganggu arus lalu lintas jika ada titik keramaian baru. (bae/nur)

(sb/bae/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia