Senin, 24 Sep 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Palsukan Merek Beras Premium, Raup Ratusan Juta

Jumat, 31 Aug 2018 13:11 | editor : Wijayanto

BARANG BUKTI: Subdit I Tipid Industri Perdagangan Ditreskrimsus Polda Jatim membongkar sindikat pemalsuan merek beras. Selain memalsukan merek, tersangka mengemas beras kualitas medium ke kemasan premium untuk meraup untung.

BARANG BUKTI: Subdit I Tipid Industri Perdagangan Ditreskrimsus Polda Jatim membongkar sindikat pemalsuan merek beras. Selain memalsukan merek, tersangka mengemas beras kualitas medium ke kemasan premium untuk meraup untung. (Suryanto/Radar Surabaya)

SURABAYA - Waspada saat memilih dan membeli beras. Jangan sampai beras yang dibeli dengan harga mahal namun isinya berkualitas buruk.

Subdit I Tipid Indagsi (Industri Perdagangan) Ditreskrimsus Polda Jatim membongkar sindikat pemalsuan merek beras di gudang penyimpanan Kedung Kandang, Kota Malang. Tak tanggung-tangung dari penggerebekan  itu berhasil disita beras merek palsu sebanyak 13 ton siap edar.

Penggerebekan itu dilakukan setelah pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat tentang beredarnya beras merek palsu tersebut. Diduga beras tersebut telah beredar luas di Jatim, termasuk di Surabaya.

Setelah dilakukan penyelidikan, beras merek mentari palsu tersebut diperoleh dari gudang milik Harianto warga Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Agus Santoso menjelaskan modus tersangka yakni mengemas beras kwalitas medium menjadi naik satu tingkat ke kelas premium. Tersangka memalsukan merek beras ini untuk menaikkan harga jual yang secara otomatis bisa melipat gandakan keuntungan.

"Tersangka secara sengaja memalsukan merek dagang beras yang aslinya mutu beras Premium MRT (Mentari) menjadi menjadi MRI Mentari yang berisi beras kualitas medium," ujarnya di Mapolda Jatim, Kamis (30/8).

Menurut dia, seluruh beras merek palsu ini telah melebihi head yang dijual lebih mahal dari harga beras kwalitas medium. Sesuai harga dipasaran beras medium dijual dikisaran harga Rp 9500 sedangkan beras mutu premium Rp 12 ribu.

“Artinya dengan modus pemalsuan merek ini, tersangka bisa menjual beras medium dengan harga premium. Keuntungan yang diperoleh mencapai ratusan juta per bulan,” terangnya.   

Agus mengatakan secara kasat mata beras merek palsu ini sangat sulit dibedakan lantaran sama persis dengan beras kwalitas premium. Namun jika konsumen teliti paling jelas perbedaannya adalah dari merek beras yang terlihat asli namun palsu.

Kemasannya pun dibuat sama persis akan tetapi ada berbedaan yakni pada merek asli tercantum tulisan MRT (Mentari) dan merek palsu hanya MRI.

"Ada dua poin yaitu pemalsuan merek dan izin dagang serta perlindungan konsumen sesuai UU pangan," ungkapnya.

Menganai asal beras tersebut, Agus menjelaskan bahwa beras merek palsu ini dikumpulkan dari para petani di seluruh Jatim dan kawasan Mataraman.

"Beras dari para petani itu diproduksi (diselep,Red) di derah Nganjuk, sebelum dikirim ke gudang penyimpanan di Kota Malang," imbuhnya.

Setelah di proses di Nganjuk tersangka melakukan pengemasan di gudang beras miliknya. Sebelumnya, tersangka telah mempersiapkan kemasan beras premium merek palsu yang bentuk dan warnanya nyaris semuanya dengan merek beras premium asli MTR (Mentari). Kemasan itu diisi beras mutu medium yang telah diproses menyerupai beras premium.

"Tidak ada pemutih dalam beras itu tapi hanya banyak butiran (menir,Red) pada beras merek palsu," ungkapnya.

Agus mengatakan pemalsuan merek beras ini dinilai melanggar UU 2016 tentang Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan perlindungan konsumen. Pasalnya, kejahatan ini sangat merugikan konsumen yang membeli beras kwalitas premium dengan harga mahal namun hanya mendapat beras kwalitas medium.

"Hasil uji laboratorium mutu dari dua merek beras asli dan palsu ini sangat jauh berbeda tapi dijual sama di pasaran," bebernya.

Ditambahkannya, peredaran beras premium merek palsu ini telah menyebar di seluruh daerah Jawa Timur. Pihaknya mengimbau konsumen bisa teliti membeli beras kwalitas premium.

“Perbedaan paling mencolok beras merek palsu cenderung lebih banyak butiran beras dibandingkan merek beras premium asli,” pungkasnya. (yua/rud)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia