Senin, 20 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Penyelundupan 154 Ekor Burung Digagalkan

29 Agustus 2018, 08: 20: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

DIGAGALKAN: Petugas Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya menunjukkan satwa unggas yang akan diselundupkan dan diamankan di kantor BBKP Surabaya, J

DIGAGALKAN: Petugas Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya menunjukkan satwa unggas yang akan diselundupkan dan diamankan di kantor BBKP Surabaya, Jalan Kalimas, Surabaya, Selasa (28/8). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya menggagalkan penyelundupan 154 ekor burung di Pelabuhan Tanjung Perak, Senin (27/8). Ratusan burung ini diselundupkan lewat kapal penyeberangan Satya Kencana. 

Jenis burung yang diamankan cucak hijau, cucak jenggot, murai batu, dan tledekan. Ratusan burung ini diamankan karena tidak dilengkapi sertifikat kesehatan burung dari daerah asalnya.

Kepala BBKP Surabaya M Musyaffak Fauzi mengatakan, pengawalan penyelundupan tersebut bermula dari laporan masyarakat mengenai adanya penyelundupan burung di kapal Satya Kencana. Pihak BBKP Surabaya yang mendapat informasi tersebut menuju ke lokasi setelah kapal sandar di Pelabuhan Tanjung Perak. Dari penyelidikan ini ditemukan ratusan burung ditaruh di bawah bak truk. "Kami amankan burung-burung tersebut di BBKP Surabaya,"ujarnya.

Burung yang diamankan, cucak hijau 60 ekor, cucak jenggot 3 ekor, murai batu 53 ekor, dan tledekan 38 ekor. Pihak BBKP yang menggagalkan penyelundupan burung tersebut masih belum menangkap pemiliknya. Pihaknya sementara menyelamatkan barang buktinya terlebih dulu setelah itu baru memburu pemiliknya. "Masih belum diketahui pemiliknya, burung tersebut dikirim dari Kumai, Kalimantan Tengah," katanya.

Musyaffak mengatakan, pengamanan burung tersebut sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Dalam UU tersebut, diharuskan setiap pengiriman hewan dilengkapi dengan surat surat dari daerah asalnya. Salah satunya sertifikat kesehatan hewan tersebut. "Harus dilengkapi dengan surat-surat dari balai karantina tempat asal burung tersebut. Ini untuk mencegah kemungkinan hewan terserang flu burung,"ujarnya.

Saat ini, burung-burung tersebut masih disimpan di BBKP Surabaya untuk dikarantina. Pengamanan barang buti ini hingga pemilik mengurus surat surat kelengkapan pengiriman burung tersebut. "Kalau memang hingga waktu yang ditentukan belum ada maka akan kami tolak," tegasnya.(gun/no)

(sb/gin/jek/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia