Kamis, 18 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Ingin Penjarakan Suami KDRT, Urusan Belum Kelar, Eh Meninggal Duluan

Selasa, 21 Aug 2018 15:43 | editor : Wijayanto

Ingin Penjarakan Suami KDRT, Urusan Belum Kelar, Eh Meninggal Duluan

Siapa perempuan yang betah kalau dijadikan sansak hidup suaminya. Seperti Karin, 56 ini. Meskipun terlambat, ia nekat memenjarakan suaminya sendiri. Bersamaan dengan itulah, ia memproses perceraiannya. Namun belum selesai urusan, eh suami meninggal dunia lebih dulu.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya 

Donwori, 60, suami Karin, memiliki sikap yang temperamental. Kalau marah dan banyak pikiran, Karin lah yang dijadikan sansak hidup.  Pukulan, tendangan adalah makanan sehari-harinya. 

Sikap semena-mena ini, kata Karin, sudah terjadi puluhan tahun. Namun, sebelum-sebelumnya ia hanya bungkam. Namun atas desakan anaknya, akhirnya Karin berani untuk melaporkan tindakan suaminya. "Ya apa lagi kalau gak saking kebangetan orangnya," kata Karin saat berada di ruang konsultasi pengacara dekat Pengadilan Agama (PA) Klas 1 A Surabaya. 

Karena perbuatan kejam Donwori ini terbukti, akhirnya mendekamlah ia di penjara. Bersamaan dengan itu juga, Karin memproses perceraiannya dengan Donwori. Namun nahas, belum sampai selesai sidang perceraiannya, tinggal memfinalkan, eh suaminya keburu meninggal saja.

" Katanya sempet drop badannya pas di sana (penjara, red) akhirnya ya itu," lanjut Karin yang saat itu akan menarik lagi gugatan cerainya. 

 Meninggalnya suami Karin di penjara membuatnya jadi bahan salah-salahan keluarga Donwori. Ia sebenarnya juga merasa sedikit bersalah pada suaminya. Namun ia sendiri tak punya pilihan lain. Jika pernikahan itu ia lanjutkan, bisa-bisa ia yang meninggal duluan di tangan suaminya. "Halah, pancen uwes dalane. Mau bagaimana lagi," ungkap Karin, pasrah. 

Walau bagaimana pun, sebenarnya Donwori juga merasa bersalah pada istrinya. Sejahat-jahatnya Donwori adalah laki-laki pertama yang menyentuh hatinya. Namun nasi sudah menjadi bubur, waktu juga tak bisa berjalan mundur. Ia juga tak bisa mengandai-andai kalau dulu keduanya akur. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia