Kamis, 12 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Techno Park SMK PGRI 1 Gresik Jadi Lembaga Pelatihan Vokasi

21 Agustus 2018, 09: 28: 15 WIB | editor : Aries Wahyudianto

Kerjasama :Kepala SMK PGRI 1 Gresik, Drs Arief Susanto dua dari kanan berfoto bersama peserta uji coba mesin bubut CNC Produk SMK aliansi Dispendik Jatim.

Kerjasama :Kepala SMK PGRI 1 Gresik, Drs Arief Susanto dua dari kanan berfoto bersama peserta uji coba mesin bubut CNC Produk SMK aliansi Dispendik Jatim. (ani/radar gresik)

Share this      

SMK PGRI 1 Gresik terpilih menjadi salah satu lembaga yang mengimplementasikan program Techno Park di Jatim. Kegiatan itu ditandai dengan uji coba dan launching mesin bubut CNC Produk SMK Aliansi Jatim.

Hal itu seiring dengan rencana program Jatim sebagai provinsi vokasi. Senin (20/8) bertempat di aula SMK 1 PGRI Gresik, Dinas Pendidikan (Dispendik) Jatim melaunching kegiatan itu yang dihadiri beberapa perusahaan seperti PT King Manufacture, BUMN di Gresik seperti PJB, PT Barata Indonesia, PT Indospring dan lainnya.

 Hadir pula kepala sekolah dan para guru aliansi yang turut dalam uji coba mesin bubut CNC Produk SMK aliansi Dispendik Jatim. Antara lain, SMKN 5 Surabaya, SMKN 2 Surabaya, SMKN 1 Sidoarjo, SMKN 1 Purwosari, Pasuruan, SMK PGRI 3 Malang, SMK PGRI 1 GRESIK, SMK PGRI 2 Ponorogo, SMK Islam Blitar, SMK Teknologi Balung, Jember, SMK Dwija Bhakti 1 Jombang dan SMKN 2 Probolinggo.

Kepala SMK PGRI 1 Gresik, Drs Arief Susanto mengaku bangga sekolahnya dipilih sebagai salah satu tempat pelatihan vokasi di Jatim. "Saya berharap guru-guru SMK di Jatim bisa memanfaatkan program ini untuk kemajuan anak didiknya," kata Arif. Dijelaskannya, SMK PGRI 1 sudah mampu mengerjakan 950 unit berbagai produk industri dalam 1 bulan, khususnya dari PT Barata Indospring.

 Kepala Bidang Pendidikan dan Kejuruan  Dispendik Jatim, Dr Hudiyono M.Si berharap  para  guru dan anak didiknya  bisa terampil  setelah mendapakan pelatihan vokasi. Apalagi, Dispendik Jatim selalu melakukan pembaharuan kurikulum setiap bulannya.   "Kalau kita bisa mencuri start, maka kita harus bisa jadi juara. Agar mendapatkan jaminan dan pengakuan dari SMK kepada Industri," jelasnya. Hal itu sesuai dengan jargon Dispendik yakni SMK Bisa. "Kami menggelar di SMK 1 PGRI karena sekolah ini dianggap paling siap," ungkap dia. Diiharapkan kegiatan itu bisa digelar secara berkelanjutan sehingga mencetak entrepreneur muda lulusan SMK.

 Direktur Utama PT King Manufacture, Ing Budi Sutrisno Pono mengatakan para guru dan siswa tidak boleh takut untuk mencoba mendesain maupun merakit sebuah produk mesin. "Itulah kenapa kita harus menciptkannya sendiri dengan rakitan kita sendiri. Tanpa ada rasa takut untuk mencobanya," kata Budi. (ani/han)

(sb/ris/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia