Minggu, 16 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Molor 3 Tahun, Risma Minta Underpass Satelit Diaudit

20 Agustus 2018, 15: 42: 29 WIB | editor : Wijayanto

MOLOR: Proyek underpass Satelit di Jalan Mayjen Sungkono yang tak kunjung selesai.

MOLOR: Proyek underpass Satelit di Jalan Mayjen Sungkono yang tak kunjung selesai. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku telah membahas nasib pembangunan proyek underpass di bunderan Jalan Mayjen Sungkono. Risma meminta pengembang dan dinas terkait untuk mengaudit pembangunan serta kekurangan proyek yang molor hingga 3 tahun itu.

Risma mengungkapkan, kepastian pembangunan underpass tersebut tetap akan dilakukan oleh pengembang. Underpass yang dibangun dengan anggaran corporate social responsibility (CSR) itu akan akan menggunakan anggaran dari urunan pengembang. “Tetap pengembang tidak bisa dari APBD,” katanya.

Dia mengungkapkan, audit itu untuk mengetahui kekurangan anggaran underpass. Nantinya, progres pembangunan underpass yang sudah selesai dibangun juga ingin diketahui. Kekurangan pembangunan diharapkan bisa diaudit untuk mengetahui kekurangan anggaran. “Berapa kurangnya harus dipastikan karena perbedaan perkiraan anggaran tahun sebelumnya,” ujarnya.

Menurutnya, setelah diaudit nantinya pengembang harus menyelesaikan sisa anggaran yang belum dikumpulkan. Berapapun nilainya, kekurangan underpass  harus diselesaikan oleh pengembang. “Harus diselesaikan pengembang, kita akan desak untuk segera dibangun sisa kekurangan,” ucapnya.

Sebelumnya, Real Estate Indonesia (REI) Jatim memperkirakan kebutuhan anggaran underpass senilai Rp 74,3 miliar. Namun, hingga 3 tahun proyek itu baru rampung sekitar 40 persen. Alasannya, sejumlah pengembang belum membayar urunan yang diwajibkan oleh REI.

Dalam undangan hearing yang dilakukan oleh Komisi C DPRD Surabaya, perwakilan dari REI Jatim juga tidak datang. Padahal, komisi yang salah satunya membidangi pembangunan itu men-deadline 10 hari untuk memberikan kepastian komitmen pengerjaan underpass.

Sejumlah pengembang yang hadir juga mengaku sudah membayar urunan hingga lunas. Beberapa di antaranya ada yang baru membayar separo.

       Ketua Komisi C DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mengatakan, pengembang harus serius dalam menyelesaikan underpass. Pengambilaihan pengerjaan underpass melalui APBD sulit dilakukan. “Kita ingin komitmen pengembang untuk menyelesaikan underpass,” katanya.

Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan, Komisi C akan memanggil kembali REI untuk memastikan penyelesaian underpass. REI harus bisa memastikan kapan uang urunan bisa terkumpul dan waktu penyelesaian underpass. “Jangan sampai underpass terbengkalai,” pungkasnya.(vga/no) 

(sb/vga/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia