Rabu, 26 Sep 2018
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

23 Siswa Sumsel Belajar Sejarah di Surabaya

Sabtu, 18 Aug 2018 14:32 | editor : Wijayanto

EDUKASI: Rani Febky (kiri) dan Ida Rosita, dua orang siswa SMA/SMK asal Sumsel, mengamati foto-foto yang menceritakan pertempuran di Surabaya, saat mengunjungi Museum 10 November di komplek Tugu Pahlawan, Jumat (17/8). Dua siswa tersebut merupakan peserta

EDUKASI: Rani Febky (kiri) dan Ida Rosita, dua orang siswa SMA/SMK asal Sumsel, mengamati foto-foto yang menceritakan pertempuran di Surabaya, saat mengunjungi Museum 10 November di komplek Tugu Pahlawan, Jumat (17/8). Dua siswa tersebut merupakan peserta (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Sebanyak 23 siswa asal Provinsi Sumatera Selatan berkunjung ke Kota Surabaya dalam rangka Program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) 2018. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pertukaran pelajar untuk lebih mengenalkan dan belajar tentang Indonesia.

Perwakilan SMA/SMK Sumsel 20 di antaranya adalah siswa SMA/SMK yang mewakili kabupaten/kota, ada tiga siswa disabilitas dan tiga guru pendamping disabilitas, dua guru teladan, dan satu perwakilan dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan.

Kepala Seksi Bidang Kurikulum SMA Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Endah Kesuma Dewi menjelaskan, tujuan dari kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan karakter dan bela Negara. “Kami disini (Surabaya) bertepatan pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, mengenalkan sejarah pada anak-anak sekaligus menanamkan jiwa nasionalisnya,” tutur Endah saat di museum Tugu Pahlawan, Jumat (18/8).

Saat kunjungan pertama kalinya di Surabaya, banyak siswa yang terheran-heran dengan sisa peninggalan sejarah yang dimuseumkan. Endah mengatakan, ternyata kunjungan kali ini memiliki dampak yang luar biasa. Banyak dari siswa yang belum tahu tentang perjuangan rakyat Surabaya pada pertempuran 10 November 1945.

“Tadi siswa kami sampai berulang kali mendengarkan pidato dari Bung Tomo, mereka takjub dengan pidatonya yang berapi-api itu,” terangnya.

Seperti yang diungkapkan oleh salah satu siswa kelas XI SMK Negeri 4 Palembang Muhammad Azmi Tegar Putra Nova, dirinya sangat bersemangat setelah mendengarkan secara langsung rekaman suara Bung Tomo. Sebelumnya saat pertama kali menginjakkan kaki di Tugu Pahlawan, di benaknya hanya ingin mengabadikan momen saja. Namun, setelah masuk ke dalam museum ia mengurungkan niatnya itu dan melihat berbagai koleksi bersejarah di museum sejarah tersebut.

“Tadi pertama turun ingin foto, belum tahu kalau ada museum. Lalu saya coba dengar rekaman suara dari Bung Tomo jadi membangkitkan semangat. Merinding dengar suaranya Bung Tomo tadi,” tukasnya. (gin/nur)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia