Rabu, 26 Sep 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Sekuriti Otaki Aksi Perampasan HP

Sabtu, 18 Aug 2018 13:24 | editor : Wijayanto

TAK BERKUTIK: Kedua tersangka diamankan di Mapolsek Tegalsari.

TAK BERKUTIK: Kedua tersangka diamankan di Mapolsek Tegalsari. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Tugas sekuriti harusnya melindungi. Namun yang dilakukan Choirul Anam, 20, berbanding terbalik dengan pekerjaannya. Pemuda yang tinggal di Jalan Kalimas Baru 13 Gang Lebar Barat Nomor 21 ini justru menjadi eksekutor perampasan. Sekuriti di salah satu depo ini ditangkap usai merampas handphone (HP) milik Narsih,17, warga Jalan Embong Malang nomor 38 A.

Choirul ditangkap tim Anti Bandit Polsek Tegalsari, Kamis malam (16/8). Choirul tak sendirian, sebab teman satu komplotanya juga ikut diringkus. Dia adalah, M Faisol,26, warga Jalan Hangtuah Gang 8 nomor 4, Surabaya. Keduanya merampas HP korban di Jalan Embong Malang depan minimarket Gang Kebangsren II Selasa (14/8).

“Saat itu korban sedang membalas pesan dari temannya, namun dua tersangka yang berboncengan sepeda motor langsung merampas HP korban,” ungkap Kapolsek Tegalsari, Kompol David Trio Prasojo.

Setelah menjadi korban perampasan, Narsih pun melaporkan kasus ini ke Polsek Tegalsari. Berdasarkan laporan tersebut, polisi melakukan penyelidikan dengan melacak keberadaan tersangka melalui HP korban. Caranya, polisi meminta korban menghubungi tersangka melalui HP korban dengan nomor lain.

“Kami meminta korban untuk berpura-pura menebus HP yang dirampas tersangka. Sengaja korban menawar HP-nya dengan harga mahal lantaran banyak data penting di HP tersebut,” lanjut David.

Setelah korban beberapa kali melakukan komunikasi dengan tersangka, mereka akhirnya setuju untuk menyerahkan HP korban dengan sejumlah uang tebusan. Kemudian korban dan tersangka Faisol sepakat bertemu di kawasan Jalan Embong Malang.

“Setelah korban menemui tersangka, kami langsung melakukan penangkapan terhadap Faisol,” lanjut mantan Kapolsek Tambaksari ini. 

Dari penangkapan Faisol, polisi melakukan introgasi singkat terkait komplotannya saat beraksi. Saat itulah, kuli depo di kawasan Kalimas ini menyebut nama Choirul. Faisol dikeler untuk menunjukkan lokasi persembunyian komplotannya.

“Kami pun berhasil menangkap Choirul. Dia ditangkap usai pulang kerja,” tandas perwira dengan satu melati di pundaknya ini. 

Dalam menjalankan aksinya, kedua tersangka ini berboncengan dengan mengendarai sepeda motor. Setelah menemukan target, mereka berbagi tugas, Faisol bertugas menjadi joki motor, sedangkan Choirul eksekutornya.

“Kedua tersangka biasa mengincar korban perempuan yang bermain HP di jalan. Komplotan ini sudah beberapa kali beraksi, selain di Jalan Embong Malang, mereka juga pernah beraksi di kawasan Tambak Wedi,” pungkas David.

Saat diperiksa, kedua tersangka mengaku nekat melakukan perampasan lantaran butuh uang tambahan biaya untuk bersenang-senang. Sebab jika hanya mengandalkan gaji dari depo saja tak cukup.

“Awalnya kami beraksi hanya iseng atau ketika ada kesempatan saja, setelah beberapa kali berhasil kami mencari korban,” terang Choirul.(yua/no)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia