Rabu, 26 Sep 2018
radarsurabaya
icon featured
Features Surabaya

Tur SHT Jelajahi Masa Kejayaan Industri di Surabaya

Rabu, 15 Aug 2018 17:39 | editor : Wijayanto

SISA KEJAYAAN KOTA LAMA: Sejumlah wisatawan lokal mengunjungi PT Boma Bisma Indra (Persero) Surabaya yang merupakan pabrik baja peninggalan zaman kolonial Belanda dengan menumpang bus Surabaya Heritage Track (SHT), Selasa (14/8).

SISA KEJAYAAN KOTA LAMA: Sejumlah wisatawan lokal mengunjungi PT Boma Bisma Indra (Persero) Surabaya yang merupakan pabrik baja peninggalan zaman kolonial Belanda dengan menumpang bus Surabaya Heritage Track (SHT), Selasa (14/8). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Pada tahun 1980-an, Kota Surabaya berkembang pesat. Letak geografisnya yang strategis membuat Surabaya menjadi kota pelabuhan yang sibuk. Pada masa itu, Surabaya juga dikenal dengan kota industri dengan berdirinya banyak pabrik besar. Untuk menelusuri sejarah kejayaan perindustrian itulah, House of Sampoerna melalui Surabaya Heritage Track (SHT) membuka rute kota industri, salah satu destinasinya yakni PT. Boma Bisma Indra.

Rute baru ini masuk dalam tur tematik SHT yang akan berlangsung mulai dari tanggal 14 Agustus sampai dengan 13 September.

“PT Boma Bisma Indra ini merupakan salah satu peninggalan kejayaan Industri di Surabaya di era kolonial yang masih berlangsung sampai sekarang,” kata Manager Museum & Marketing HOS Rani Anggraini. 

Bangunan PT Boma Bisma Indra nampak klasik dari luar, khas bangunan lama masa kolonial. Dari luar, bangunannya menyerupai stasiun dengan cat berwarna biru terang. Di dalam PT Boma Bisma Indra inipengunjung diajak untuk menyaksikan proses produksi baja mulai dari pengelasan hingga pengecatan. Seperti mengunjungi pabrik pada umumnya, faktor keselamatan pengunjung sangat diperhatikan, saat di dalam pabrik, pengunjung wajib mengenakan pelindung lengkap.

Pabrik ini, telah berdiri sejak tahun 1970-an. Dulunya, pabrik ini merupakan tiga pabrik dirian belanda yang berbeda, yaitu NV- De Bromo, NV-De Industrie dan NV-de Vulkan. Di tahun 1971, tiga pabrik ini bergabung dan berubah nama menjadi PT Boma Bisma Indra. Hingga kini, pabrik ini masih berfokus pada pengelolaan baja untuk kebutuhan industri. (is/nur)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia