Rabu, 26 Sep 2018
radarsurabaya
icon featured
Gresik

STIE Perbanas Budayakan Anti Korupsi pada Siswa

Senin, 13 Aug 2018 14:58 | editor : Wijayanto

SENGIT: Suasana pelaksanaan debat antikorupsi di STIE Perbanas Surabaya berlangsung seru antara kubu yang pro dan kontra menyikapi soal yang diberikan panitia.

SENGIT: Suasana pelaksanaan debat antikorupsi di STIE Perbanas Surabaya berlangsung seru antara kubu yang pro dan kontra menyikapi soal yang diberikan panitia. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Surabaya - Pusat Penelitian dan Pencegahan Kejahatan Kerah Putih (P3K2P) STIE Pebanas Surabaya kembali menggelar Lomba Anti Korupsi untuk yang kelima kali. Perlombaan tahun ini tidak hanya untuk siswa SMA/SMK/MA sederajat saja, namun juga untuk siswa SD, SMP hingga remaja turut antusias mengikutinya.

Bertempat di Kampus 2 Jalan Wonorejo Utara 16 Rungkut, Surabaya, ratusan peserta lomba dari berbagai daerah se-Jawa Timur mengadu kepiawaiannya dalam beberapa lomba, Sabtu (11/8).

Ketua Pelaksana Putri Wulanditya, S.E., M.Ak. mengatakan, kegiatan lomba ini rutin diselenggarakan tahunan oleh P3K2P atau salah satu pusat kajian yang dimiliki oleh STIE Perbanas Surabaya. Semula kegiatan diadakan dua tahunan, namun berkat dukungan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kegiatan ini selalu hadir setiap tahun. Tujuannya untuk mendidik generasi bangsa agar berbudaya anti korupsi sejak usia dini.

”Sesuai dengan tema Semangat Generasi Jaman Now, Lawan Korupsi, kami ingin berperan aktif dalam mendidik generasi milenial agar memiliki awareness (kepedulian, Red) terhadap tindak kejahatan korupsi yang sedang melanda bangsa Indonesia. Jadi, anak-anak nanti bisa tahu mana yang termasuk tindakan korupsi atau bukan. Misalnya, suap, OTT (Operasi Tangkap Tangan, red) atau bentuk lainnya,” kata Putri disela acara lomba.

Putri menambahkan, ada dua jenis lomba yang diikuti oleh peserta. Yakni Lomba Membaca Puisi untuk kategori Siswa SD dan SMP/SMA, serta Lomba Debat Anti Korupsi yang diikuti oleh siswa SMA atau remaja yang dilaksanakan secara berkelompok dan setiap kelompok ada tiga siswa.

Pada kesempatan ini pula, mahasiswa STIE Perbanas Surabaya memberikan secara simbolik Buku Integrity Story KPK terbaik yang berisi catatan sehari-hari mahasiswa yang mengkategorikan perilaku anti korupsi atau bukan. ”Mahasiswa angkatan 2017 atau mentee Super Softskill Mentoring tahun ini menulis kegiatan harian yang termasuk tindakan korupsi atau bukan dalam sebuah buku Integrity Story. Nah, karya terbaik mentee, kami serahkan kepada komisioner KPK yang hadir pada hari ini,” imbuhnya.

Akhirnya, pemenang Lomba Puisi dan Debat sudah ditentukan oleh para dewan juri, termasuk komisioner KPK. Dari Lomba Puisi kategori siswa SD, Juara I diraih oleh Panembahan Ario P. (SDN Jombatan 3); Juara II diraih oleh Ayatullah Qurrrota’ayun (SDN Jombatan 3); dan Juara III diberikan kepada Faiza Aurida Syar’a (SDIT Ghilmani). Sedangkan Lomba Puisi Kategori SMP/SMA, Juara I disematkan kepada Senandung Nacita (SMAN 3 Ponorogo); Juara II diberikan kepada M. Masahuda (SMAN 3 Porong); dan Juara III diraih oleh Risma (SMK Bhakti Mulia Pare, Kediri). Kemudian, Lomba Debat Anti Korupsi, Juara I diraih oleh SMA Santa Maria Surabaya, Juara II diraih oleh SMK Negeri 1 Trenggalek, dan Juara III diberikan kepada SMA Negeri 11 Surabaya.

Intan Hidayatin, salah satu anggota tim Juara I mengaku sangat senang dan bangga bisa meraih prestasi di Lomba Anti Korupsi ini. Dirinya merasa senang bisa berkumpul dengan banyak teman baru dan bisa berperan aktif dalam pencegahan tindakan korupsi. ”Sangat menyenangkan bisa bertemu dengan teman-teman baru di sini. Lomba ini bisa menambah pengetahuan dan wawasan saya dalam mengatasi korupsi di Indonesia,” tukas Intan. (nin/nur)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia